Beredar Foto Jarum Penyebaran HIV/Aids, Itu Hoax!

©net

Transbogor.co - Isu  di media sosial memang kerap menimbulkan berita Hoax tak sedikit diantaranya jadi viral, kerap menjadi trending topik di Indonesia bahkan dunia. Baru-baru ini media sosial ramai dengan foto jarum suntik di toilet umum. Disebutkan pada caption gambarnya jarum tersebut sengaja dipasang untuk menularkan HIV-AIDS pada masyarakat.

Apakah benar bahwa metode penularan dengan jarum suntik di toilet umum ini benar-benar bisa menularkan HIV-AIDS? Seperti dilansir di detikhealth Prof dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM menjelaskan berita tersebut tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Menurutnya, jika pun itu benar adanya, resiko penularannya amat sangat rendah sekali, bahkan hampir bisa dibilang sulit.

"Penularan bisa mudah terjadi kalau darahnya segar, lalu masuk ke tubuh orang lain. Kalau darahnya sudah beberapa hari, ya pasti makin lemah, makin rendah juga risiko penularannya," tutur Prof Zubairi.


Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dikenal sebagai penemu kasus pertama sekaligus pionir penanganan HIV dan AIDS di Indonesia juga mengaku belum pernah menerima laporan adanya penularan HIV-AIDS dari jarum suntik seperti ini. Penularan melalui media jarum suntik pada tenaga kesehatan juga belum pernah ada.

"Tenaga kerja tertusuk jarum dari pasien HIV lalu tertular sampai sekarang yang berobat ke saya juga tidak ada," imbuhnya seperti diposting detik.

Ya, penularan dengan media jarum suntik misalnya pada pemakai narkotika atau transfusi sembarangan risikonya memang lebih tinggi. Namun dengan metode 'penularan sengaja' seperti informasi yang beredar ini, Prof Zubairi menuturkan risikonya sangat rendah dan bahkan hampir tidak ada.

"Jika memang terkena dan khawatir, ya segera ke rumah sakit saja. Nanti dokter yang akan memeriksa dan menentukan langkah pemeriksaannya. Sekarang memang banyak berita-berita semacam ini, masyarakat jangan mudah percaya juga," pesan Prof Zubairi. (dtk/er)

.