Curug Seribu Gunung Bunder Bogor Kental dengan Nuansa Mistis namun Eksotis

  Curug Seribu yang berada di Gunung Bunde, Kabupaten Bogor ----Foto:Net

Wisata alam Curug Seribu di Gunung Bunder, Bogor terkenal mistis, namun eksotis. Banyak kisah tentang air terjun ini, namun pemandangan yang indah selalu mengundang wisatawan untuk datang.

Nuansa mistis tapi eksotis menggerakan untuk mengunjungi Curug Seribu. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 15.000 di pintu masuk utama objek wisata Gunung Bunder, dan bisa melanjutkan perjalanan ke Curug Seribu.

Sesampainya di sana, sejenak Anda beristirahat untuk makan siang di sebuah warung dekat dengan pintu masuk sebelum melanjutkan tracking turun ke curug. Dengan membayar lagi tiket masuk sebesar Rp 5.000 dan Anda pun mulai tracking turun menuju curug.

Melewati jalan setapak yang mulanya masih bagus hingga jalan berbatu yang terjal, Anda akan disuguhi dan menikmati pemandangan indah di kiri kanan jalan yang cukup memanjakan mata. Di tengah perjalanan akan menemui beberapa mata air yang masih segar dan dapat langsung diminum dan juga air terjun kecil yang airnya sangat jernih. Sedikit kelelahan, Anda pun bisa mencoba meminum air tersebut dan memang airnya sangat segar.

Tidak hanya itu, sesekali Anda akan berjumpa dengan segerombolan monyet hutan yang bergelantungan di sepanjang perjalanan. Monyet di sana masih sangat liar.

40 Menit perjalanan melewati dan jalan bebatuan pun makin terjal dan gemuruh suara air terjun mulai terdengar. Ada pohon tumbang yang melintang menghalangi jalan. Anda harus sedikit berhati-hati untuk bisa melewati pohon besar tersebut. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan untuk sampai ke Curug Seribu.

Kesan mistis mulai terasa ketika Anda sampai di depan curug. Curug yang begitu besar dan dikelilingi lembah yang sangat terjal menambah kengerian suasana di sana. Memang sangat ngeri apabila ingin mendekati curug karena arus airnya yang sangat deras. Dan Anda yang punya nyali keberanian silakan mencoba mendekati atau mandi di bawah curug.

Bukan berwisata namanya kalau tidak menggali informasi seputar objek wisata. Anda bisa bertanya kepada pedagang warung kopi di sana. Mereka akan bercerita mengenai Curug Seribu.

Dia bercerita dulu ketika objek wisata ini dipegang pemerintah daerah, selalu saja ada korban karena tidak ada yang menjaga di sini. Tapi ketika objek wisakta ini diberikan dan dikelola oleh warga sekitar, sudah jarang ada korban. Sungguh amat mistis di sini. Tapi kalau kita sopan dan tidak sombong, tidak akan terjadi apa-apa.

Sekarang sudah ada batasan-batasan dimana saja kita boleh bermain dan melakukan aktivitas rekreasi. Ada tali panjang yang membentang membatasi curug dengan pengunjung dan kita tidak boleh melewati tali tersebut.

 Batasan berkunjung curug hanya sampai pukul 16.00  WIB sore. Tidak dianjurkan untuk para pengunjung berada di sana lebih dari pukul 16.00 WIB. Bahkan warga sekitar pun tidak ada yang berani.

Objek wisata Curug Seribu ini sangat mengesankan untuk Anda, tidak hanya menikmati pemandangan keindahan alam tetapi juga mendapat informasi tentang objek wisata tersebut. (adh/net)

.