Drainase Buruk, Bogor Banjir Lagi

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Banjir dan longsor masih menghantui Kota Bogor. Kali ini menimpa tujuh wilayah sekaligus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, sedikitnya 167 rumah warga terendam akibat banjir pada Minggu malam (9/7/2017) kemarin akibat hujan deras yang terus menerus mengguyur.

Kejadian pertama terjadi pada Pukul 21.00 di RT 01/11, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal. Tembok pembatas antara Posyandu Edelweis dengan kali, jebol hingga menyebabkan air membanjiri dua rumah warga..

 
Kemudian di Kampung Neglasari 1 RT 02/04 Keluraham Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, aliran Kali Ciheuleut meluap dan mengakibatkan sedikitnya 65 rumah di wilayah itu terendam banjir lintasan.

Banjir terparah terjadi di wilayah RT 01/03 Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. Sedikitnya 100 rumah di wilayah itu terendam. Banjir disebabkan karena tertutupnya aliran Kali Cibagolo oleh material tanah yang longsor sepanjang 5 meter dan tinggi 10 meter.

Salah satu warga yang terdampak banjir, Mista (55) warga Bantarjati mengungkapkan, banjir perlahan surut di wilayahnya sekitar pukul 04.00 pagi.  “Jadi kami tidur dalam keadaan basah. Ada yang sebagian nginep di rumah warga yang enggak kebanjian,” tuturnya

Dikatakannya, pasca banjir tidak ada yang memberi bantuan. Berbeda dengan banjir-banjir sebelumnya. “Kalau sekarang enggak ada, yang survei juga baru wartawan,” ungkapnya.

Ketua RT 5, Kelurahan Bantarjati Cicih Sukarsih menjelaskan, rumah terkena dampak banjir lebih dari 100 rumah dengan jumlah jiwa mencapai 800 orang. Sebab, banyak rumah yang kemudian dihuni lebih dari satu kepala keluarga (KK). “Banjir tahunan ini tak kunjung selesai. Solusinya adalah dengan membangun tembok penahan tanah (TPT). Insya Allah Maret 2018 baru bisa dibangun TPT-nya,” jelas Cicih. (pj1)

.