Mendikbud : Sistem Sekolah Lima Hari Dilaksanakan Bertahap

©net

Transbogor.co - Rencana pemerintah untuk menerapakan sekolah lima hari dalam seminggu masih dalam proses pembahasan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Medikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, penerapan sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Karena berdasarkaan peraturan Menteri nomor 23 juga sifatnya bertahap, tidak langsung seluruhnya," jelasnya saat meresmikan Sekolah kejuruan di Kabupaten Bogor, Rabu (12/7/2017).

Kata dia, penerapan sekolah lima hari itu baru hanya diwajibkan untuk bagi sekolah yang dirasa sudah siap. "Yang belum siap tidak perlu memaksakan, tapi yang sudah siap dipersilahkan," ungkapnya.

Muhadjir juga menegaskan, pihaknya akan melihat kondisi di lapangan setelah program lima hari ini berjalan sebagai bahan evaluasi. "Tahun ini sudah mulai diterapkan, tapi kami akan lihat kondisi di lapangan apakah cukup efektif atau tidak," tegas dia.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan segera menerapkan kebijakan 8 jam belajar dengan lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018.

Kebijakan itu merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menitik beratkan pada lima nilai utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.

Penguatan karakter tidak berarti siswa akan belajar selama delapan jam di kelas.

Namun, siswa akan didorong melakukan aktivitas yang menumbuhkan budi pekerti serta keterampilan abad 21.
Tak hanya di sekolah, lingkungan seperti surau, masjid, gereja, pura, lapangan sepak bola, museum, taman budaya, sanggar seni, dan tempat-tempat lainnya dapat menjadi sumber belajar. (trb)

.