Simpang Jalan Jadi Terminal Dadakan, Kemacetan Bogor Bertambah

©net

Transbogor.co - Maraknya terminal bayangan di Kota Bogor mengakibatkan rentetan kemacetan semakin bertambah, hal itupun, seolah dibiarkan oleh pihak terkait.

Kemacetan parah akibat terminal bayangan itu terjadi di sejumlah titik ruas jalan protokol maupun jalan nasional. Bahkan hampir di setiap persimpangan ada saja angkot yang ngetem memakan badan jalan. 

Simpang Pomad misalnya, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Simpang Warung Jambu (arah Baranangsiang maupun Air Mancur) Jalan Raya Pajajaran-Ahmad Yani, Simpang Lawang Salapan (Tugu Kujang) Jalan Raya Otista-Pajajaran, Depan Gedung Alumni IPB, Jalan Raya Pajajaran, Simpang Jalan Roda-Otista (Pasar Bogor); Simpang Surya Kencana, Jalan Ir H Juanda. 

Bahkan di Terminal bayangan yang kerap bikin macet setiap hari terjadi di depan Pos Terpadu Simpang Bogor Trade Mall (Kantor Pajak) dan Samping BTM arah Empang, Depan Markas Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Taman Topi dan Simpang Ekalos, Pajajaran-Siliwangi.

Kemacetan yang kerap dikeluhkan akibat terminal bayangan angkot itu juga terlihat di Simpang Jalan Paledang-Jembatan Merah (Depan LP Paledang), Jalan Kapten Muslihat, Simpang Gunung Batu, Jalan Veteran, Jalan RE Abdullah Bin Nuh, Simpang Bubulak-Laladon, Jalan Dewi Sartika-Nyi Raja Permas dan Jalan Sholeh Iskandar. 

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui permasalahan kemacetan, parkir liar, terminal bayangan dan PKL yang merupakan salah satu skala prioritas belum bisa diselesaikan. 

"Transportasi publik dan kemacetan memang belum tuntas karena masih proses dan akan kita dorong pada dua tahun ini. Untuk PKL di Pasar Kebon Kembang, Pemkot Bogor segera merelokasi pedagang ke ruko Pasar Anyar Blok C dan D," katanya seperti dirilis di sindo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati saat dikonfirmasi terkait persoalan maraknya terminal bayangan dan parkir liar muncul karena adanya praktik pungli dan beking oknum petugas enggan berkomentar. (sndo)

.