Bogor Bakal Punya Aplikasi Konsultasi Anak

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyatakan Kota dan Kabaten Bogor menjadi salah satu dari 15 daerah layak anak tahun 2017. Kota Bogor meraih penghargaan pada kategori Pratama, sedangkan Kabupaten Bogor masuk kategori Nindya yang tingkatannya lebih tinggi.

Ini menjadi prestasi perdana yang diraih Kota Bogor, sedangkan Kabupaten Bogor sudah beberapa kali meraih sebelumnya. Bagi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bogor Dudih Syiaruddin, prestasi yang diraih daerahnya itu cukup mengejutkan.

"Beberapa faktor pendukung yang membuat Kota Bogor meraih kota layak anak ini seperti terdapat sarana bermain anak di taman-taman hingga mall, selain terdapat sejumlah program pemberdayaan anak," kata Dudih, Minggu, 23 Juli 2017. Ia menganggap upaya yang dilakukan pemerintah daerahnya baru dimulai namun hasilnya sangat membanggakan.

Seperti yang dirilis pikiran rakyat online, hasil itu dianggap jadi sinyal positif bagi peningkatan program pemberdayaan anak ke depannya. Dudih mengatakan rencana jajarannya bersama Pemerintah Kota Bogor meluncurkan aplikasi seluler untuk menampung keluhan para anak di wilayahnya. Ia merencanakan peluncuran pada Agustus 2017 mendatang.

Dudih menilai anak-anak masa kini sangat sengat dengan teknologi khususnya gawai dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, mereka lebih banyak mencurahkan keluhan di media sosial dibandingkan kepada orang tua atau guru pembimbing di sekolah.

"Karena itu kami akan meluncurkan aplikasi seluler yang bisa dijadikan tempat konsultasi para anak agar kami bisa membina mereka melalui aplikasi tersebut," kata Dudih menjelaskan. Ia meyakini peluncuran aplikasi serupa merupakan yang pertama di tingkat daerah. Peluncuran aplikasi tersebut telah dilakukan lebih dulu di tingkat pusat. (pr)

.