Penambang Merkuri Ilegal 'Disikat' PolresBogor

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Disinyalir beroperasi secara ilegal, perusahaan penambangan di Kampung Bungur, Desa Tajur Halang Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor diselidiki Kepolisian Resor Bogor. Petugas mengamankan tujuh tersangka dan menyita sejumlah barang bukti bahan kimia.

Menurut Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika tersangka diamankan pada pukul 17.00 WIB. Mereka L 42, U 22, H 19, MY 24, J 25, A 35, dan US 37.

“Tujuh tersangka merupakan warga Desa Tajur. Mereka mengolah hasil tambang berupa batu cinnabar hingga menghasilkan mercury. Cara awalnya batu cinnabar dijemur kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa jumlah total batu cinnabar terus digiling menggunakan mesin untuk menghasilkan bubuk batu cinnabar,”kata AKBP Dick.

Ia menambahkan, batu cinnabar yang telah digiling dicampur dengan bubuk besi dan bubuk kapur. Campuran tersebut dimasukkan ke bong yang berubah menjadi cairan. Cairan kemudian disaring dengan kain halus untuk memisahkan ampas dengan cairan mercury.

Kegiatan tersebut diakui Kapolres, tidak dilengkapi ijin berupa IUP, IPR dan IUPK yang diterbitkan oleh gubernur maupun Bupati atau walikota serta instansi terkait lainnya.

Polisi juga menyita 30 bong, 70 ember plastik, 2 baskom plastik, 3 bak plastik, 1 lembar kain halus, 1 corong plastik, 5 karung serbuk besi, 2 karung kecil serbuk kapur, 37 karung batu cinnabar, 1 timbangan duduk, 1 timbangan kecil, 7 dirigen yang berisikan mercury, 1 tabung besi yang berisikan mercury dan 1 mesin penghancur batu.

“Tersangka dijerat Pasal 158 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana penjara 10 tahun. (pskt)

.