Harga cabai melonjak, keuntungan RM Padang berkurang

  foto:Dok Antara

Sejumlah pengusaha rumah makan padang di Jakarta mengaku lonjakan harga cabai yang terjadi sepekan terakhir signifikan mengurangi keuntungan penjualan mereka.

"Kami tidak mengurangi porsi cabai pada masakan padang kami. Tapi, risikonya keuntungan jadi berkurang," kata salah satu pemilik Rumah Makan Padang, Dewi, di Jakarta, Rabu.

Dewi mengatakan, tidak mungkin mengurangi penggunaan porsi cabai pada masakannya, terlebih menaikkan harga jual makanan per porsi, karena ia khawatir para pelanggan akan pergi.

Setiap harinya, RM Padang milik Dewi tersebut menghabiskan 3kg cabai keriting merah, cabai hijau dan cabai rawit merah untuk menyajikan masakan padang yang sarat akan cabai.

Menurut Dewi, keuntungan yang diraihnya berkurang sekitar 10 persen jika dibandingkan dengan ketika harga cabai pada kondisi normal.

"Jadi yang bisa kami lakukan ya menunggu sampai harga cabai turun. Semoga pemerintah bisa mengatasi hal ini secepatnya," ujar Dewi.

Sementara itu, pemilik RM Padang lain di Jakarta, Rizal mengatakan bahwa lonjakan harga cabai mempengaruhi usahanya, sehingga ia perlu menyiasati penggunaannya.

"Biasanya saya keluarkan banyak cabai di makanan yang disajikan, agar menarik pelanggan, tapi sekarang ya saya kurangi," ujar Rizal.

Menurut Rizal, hanya hal itu yang dapat ia lakukan untuk menyiasati melambungnya harga cabai tersebut, karena ia enggan menaikkan harga makanan yang dijual.

Diketahui, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Jakarta mengalami lonjakan hingga 150 persen.

Di Pasar Cengkareng Jaya, Jakarta Barat, misalnya, harga cabai rawit merah yang semula berada di kisaran Rp20.000-an per kilogram, kini melonjak menjadi Rp50.000 per kilogram atau naik 150 persen.

Sementara pedagang cabai lain di pasar yang sama, Sukmayanti (20), mengatakan harga cabai merah besar adalah yang termahal, Rp65.000 per kilogramnya.

Harga cabai di pasar Gang Kancil Jakarta Barat pun tak berbeda jauh. Di kios Aminah (43), cabai rawit juga mencapai Rp50.000 per kilogramnya.

Dari kedua pasar tersebut, para pedagang kompak mengatakan kenaikan dimulai sejak sekitar dua pekan lalu.(Antara)

.