Seputar HUT RI : Kejamnya Kisah Penjara Bawah Tanah Kalisosok

©instagram r_djangkaru

Transbogor.co - Sejak Belanda hengkang dari Indonesia setelah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Para kolonial tersebut masih menyisakan kisah pilu dari bangunan-bangunan bersejarah termasuk penjara Kalisosok yang berada di Surabaya.

Sebuah penjara yang kini dijadikan sebagai cagar budaya tersebut memang tampak tidak terawat, di mana akar berjalar serta tumbuhan menyelimuti kokohnya dinding penjara ini. Semasa aktif dulu, penjara Kalisosok digunakan Belanda untuk menyiksa para pahlawan termasuk Soekarno dan memasukan mereka ke penjara bawah tanah.

Kisah miris pun terungkap di penjara bawah tanah tersebut. Ruangan ini begitu gelap, pengap dan juga lembab, dan hanya bisa digunakan untuk 20 tahanan. Tetapi, hati dingin Belanda memasukan 90 tahanan ke ruangan ini, di mana begitu menyiksa bagi para Pahlawan.

Sebelum digunakan sebagai penjara, ruangan kecil tersebut dulunya digunakan sebagai tempat penyiksaan para tahanan. Entah bagaimana cara penjajah menyiksa tahanan, tak ada satu pun yang mengetahuinya. Apalagi tempat tersebut sudah lama dibangun sejak Belanda masuk ke Indonesia.

Penjara ini dibangun sekitar tahun 1808 dengan mencucurkan dana 8.000 gulden oleh Gubenur Herman Williem Daendels yang menjadi Gubenur Hindia Belanda yang ke 36. Sejak didirikan, penjara bawah tanah ini menjadi tempat terseram bagi narapidana, tak ada yang bisa membayangkan hidup di ruangan kecil tanpa adanya oksigen cukup.

Para Pahlawan di antaranya ada Soekarno hingga Haji Mas Mansur pernah mendekap di penjara tersebut ketika tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia antara 1942-1943. Belanda saat itu memang sering memenjarakan orang yang menebar kebencian terhadap pemerintahnya, dan membuat orang pribumi pun menolak kehadiran mereka.

Namun, sejak merdeka, penjara ini sudah tidak lagi digunakan sebagai penjara dan dibiarkan begitu saja hingga dijadikan cagar budaya. Tetapi, kini berdasarkan rangkuman yang telah Okezone himpun, penjara tersebut menjadi tempat singgah para preman dan tempat istirahat Truk. Sungguh menyedihkan, padahal bangunan bisa menjadi bekal yang baik untuk generasi penerus jika dibenahi dengan baik.

Tetapi, baru-baru ini dinding penjara dihiasi dengan lukisan grafiti dengan warna-warni ciamik. Para traveler pun banyak mengabadikan momen mereka di sini meskipun tidak boleh memasuki area penjara. Sentuhan modern ini membuat penjara Kalisosok tetap terkenang. (okz)

.