Targetkan 12 Tahun Sekolah, Bappeda Kota Bogor : Tingkatkan IPM dan Mengurangi Kemiskinan

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Target rata-rata lama sekolah (RLS) Kota Bogor akan dinaikkan menjadi 12 tahun pada revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015-2019. Pemerintah daerah setempat optimistis menjangkau target tersebut melihat pencapaian RLS saat ini mencapai 10,5 tahun dari target sebelumnya 10,15 tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati mengakui upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan angka RLS diyakini bisa mengurangi jumlah kemiskinan pada waktu yang akan datang dan menunjang pembangunan secara umum.

"Kita akan upayakan untuk pasti lulus SMA semua pada akhir RPJMD nanti," kata Erna yang ditemui seusai Rapat Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, Kamis 7 September 2017. Ia mengakui langkah pemerintah daerahnya itu tidak mudah meski hanya menaikkan 0,5 tahun.

Target tersebut menurutnya masih dalam proses pengkajian pemerintah daerah. Erna juga mengaku terus melakukan komunikasi yang intensif dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk membahas target tersebut.

Pemerintah Kota Bogor diyakini Erna, bisa mewujudkan target tersebut dengan mengoptimalkan program kejar paket A, B dam C. Dalam revisi RPJMD, ia menyebutkan upaya peningkatan IPM yang menjadi fokus pemerintah daerahnya ialah peningkatan RLS, Indeks Kesehatan, dan Indeks Daya Beli masyarakat.

Erna memastikan target-target yang akan di capai itu tidak bergeser terlalu jauh. "Indikator-indikator sasarannya yang akan kita sederhanakan supaya lebih mudah diukur. Makanya kita komunikasikan dengan Kemen PAN-RB," katanya menjelaskan.

Menurut data di lembaganya, IPM Kota Bogor saat ini berada pada angka 74,5. Erna meyakinkan jajarannya bisa meningkatkannya hingga 79,77 pada 2019. Sedangkan kesehatan lewat Angka Harapan Hidup (AHH) berada di kisaran 69,83 tahun. "Intinya IPM ini akan digenjot terus," katanya. (pr)

.