Presiden Ajak Ormas dan Ulama Kawal Tahun Politik dengan Baik

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Presiden Joko Widodo mengundang para ulama dan pimpinan pondok pesantren untuk bersilaturahmi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan soal 2018 dan 2019 yang akan menjadi tahun politik di Indonesia.

"Kami ingin sedikit mengingatkan kita semuanya bahwa tahun depan sudah mulai tahun politik. Jadi kami mohon bantuan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren para ulama, kiai, pimpinan ormas, semuanya agar tahun politik, baik tahun depan maupun tahun depannya lagi, itu kita jaga bersama," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin.

Jokowi mengatakan 2018 dan 2019 menjadi tahun politik karena akan digelar pemilu serentak. Bahkan, pada September 2018, sudah ada penetapan calon presiden dan wakil presiden.

"Di Jateng, ada pemilihan gubernur. Kemudian pada September tahun depan itu sudah penetapan. Saya juga baru sadar. Sudah penetapan capres dan cawapres," katanya.

Untuk itu, Jokowi berharap para ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, dan ormas menjaga kondusivitas bangsa.

"Kami mohon agar kondusivitas di daerah, kerukunan antarmasyarakat, antarumat, betul-betul kita jaga bersama. Jangan sampai ada lagi usaha untuk memecah-belah, mengadu domba, kabar-kabar yang tidak baik yang mengakibatkan masyarakat menjadi terpecah. Padahal itu adalah perhelatan politik lima tahun sekali," katanya.

Dia juga berharap adanya perhelatan politik tidak merusak kerukunan antarbangsa. 

"Jangan sampai karena perhelatan politik, antartetangga nantinya tidak rukun, apalagi antarumat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali. Inilah saya kira yang ingin kami sampaikan agar persaudaraan itu, baik ukhuwah Islamiyah kita, ukhuwah watoniyah kita, betul-betul kita jaga bersama," jelasnya. (dtk)

.