Puluhan Komunitas di Bandung Bersih-bersih Gunung

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Sedikitnya 30 komunitas pegiat lingkungan dan kegiatan alam bebas se-Bandung Raya akan melakukan kegiatan operasi bersih gunung Bandung. Aksi pemungutan sampah yang rencananya berlangsung di empat gunung tersebut, merupakan bentuk kepedulian terhadap maraknya kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Koordinator kegiatan Gerakan Bersih Sampah Gunung Bandung (Geber Sangu Bandung), Dwityautama menuturkan kegiatan akan berlangsung pada 16-17 September 2017. Peserta yang berasal dari 30 Komunitas dan melibatkan lebih dari 100 orang itu akan tersebar di empat lokasi yakni di Gunung Burangrang, Manglayang, Puntang, dan Randa Tumpah.

"Memasuki musim kemarau menyebabkan terjadinya beberapa kasus kebakaran di gunung, berangkat dari hal tersebut komunitas pegiat outdoor yang ada di Bandung Raya menyatukan persepsi untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan khususnya yang ada di Bandung Raya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima "PR", Jumat, 15 September 2017.

Dia menjelaskan, gerakan operasi bersih tersebut merupakan langkah antisipasi terjadinya kebakaran di gunung. Hal ini karena salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan yaitu sampah plastik yang merupakan pemantik api paling potensial. 

"Jika tergeletak diantara semak belukar dan berada di gunung dengan suhu tinggi. Dengan pergerakan matahari dapat tercipta titik cahaya yang menciptakan efek suryakanta atau lup yang dengan mudah membakar semak kering diatas gunung," ujar Dwi.

Pendanaan mandiri
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kegiatan Geber Sangu tersebut terlaksana murni dari kesadaran kolektif para anggota komunitas. Pelaksanaan dan pendanaan kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri.

"Dari 30 komunitas berpartisipasi sesuai kesanggupan dan kapasitas untuk melakukan opsih dengan pertimbangan jarak, logistik serta kesehatan," ujarnya.

Dia menekankan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menekankan masalah kesehatan. Semua peserta harus mengikuti kegiatan dalam keadaan sehat, yang dibuktikan dengan cek medis yang dilakukan pihak yang mumpuni di bidangnya.

"Kesehatan adalah salah satu prosedur safety mountaineering. Hal itu yang kini sering diabaikan oleh para pendaki. Selain untuk kepentingan pribadi, kesehatan dan safety mountaineering yang dilakukan mengandung tujuan untuk mengedukasi bagaimana mendaki yang baik dan benar," katanya. 

Seperti diketahui, selama musim kemarau ini sejumlah gunung di Indonesia mengalami kebakaran hutan. Gunung Rinjani misalnya, diduga kebakaran terjadi karena dipicu puntung rokok. Begitu pun di Bromo, kebakaran diduga karena adanya kelalaian pengunjung. Sementara Gunung Guntur diduga dibakar dengan sengaja oleh pihak tak bertanggung jawab.


Pengelompokan sampah
Nantinya seusai operasi bersih yang dilakukan, sampah yang dihasilkan akan dikelompokan menurut spesifikasinya masing-masing. Mulai dari sampah plastik, botol plastik, puntung rokok, kain, kaleng, tisu basah, kaca, serta sampah lainnya.

"Perhitungan dilakukan secara kasar dengan sistem presentase. Hasil data sampah tersebut akan dijadikan sumber arsip terbaru serta evaluasi yang akan dilakukan untuk mencari solusi yang lebih tepat kedepannya. Baik untuk masyarakat maupun otoritas terkait," tutur Dwi.

Dia juga menjelaskan, selain untuk mencegah terjadinya kebakaran gunung, Geber Sangu Bandung juga menjadi gebrakan awal untuk memincu semangat generasi muda Bandung akan kesadaran kolektif dan berkesinambungan.

Tidak hanya operasi bersih, dia menuturkan, hal penting lainnya yang ditekankan dalam kegiatan tersebut juga terkait sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya sampah gunung bagi manusia maupun lingkungan. "Dengan menumpuknya sampah yang ada di gunung Bandung saat ini. Dampak yang terjadi salah satunya adalah tercemarnya ekosistem tanah yang merupakan sumber dari segala kehidupan. Organisme-organisme yang terkandung didalamnya seperti cacing yang sangat berperan penting untuk menguraikan tanah menjadi berkurang akibat intervensi bahan-bahan kimia. Sehingga produktifitas tanah menurun dan berdampak pada tumbuhan dan kualitas air yang dihasilkan," tuturnya.

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut akan terbangun kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Lebih jauh lagi, tercapainya harapan akan gunung-gunung yang terbebas dari sampah. (PR)

.