Mahasiswa Bogor Sulap Cacing Jadi Obat Anti-Diabetes

©net

Transbogor.co - Inovasi riset di bidang medis dan obat-obatan mulai banyak dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia. Salah satu yang sering dilakukan adalah obat alternatif bagi penderita diabetes mellitus.

Seperti yang dilakukan mahasiswa di Bogor, Anisa Utami R. Zahra dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti tentang karakteristik kapsul antidiabetes dari ekstrak cacing laut (Siphonosoma australe).

Anisa mengatakan, penyebab penyakit diabetes adalah glukosa darah tinggi atau biasa disebut gula darah tinggi atau hiperglikemia. Cara menanggulanginya biasanya dilakukan dengan pemberian obat oral atau injeksi hormon insulin.

Selain itu, mengubah gaya hidup juga bisa menjadi cara pengobatan alternatif. Misalnya, mencoba makanan sehat dan aktif secara fisik. Namun, tak semua orang bisa mengubah gaya hidupnya secara total.

Sementara pengobatan alternatif melalui bahan-bahan alami dinilai bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dikonsumsi. Inilah latar belakang mengapa mahasiswi asal Bogor tersebut meneliti terkait korelasi antara cacing laut dan diabetes mellitus.

Menurutnya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas bahan baku, komponen kimia dalam ekstrak cacing laut, dan pembuatan obat sesuai dengan persyaratan mutu. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan kapsul.

"Cacing S. australe tidak terkontaminasi oleh logam berat dan patogen mikroba, oleh karena itu aman untuk diproses lebih lanjut untuk bahan baku obat," kata Anisa seperti dilansir dari laman IPB, Senin (22/9/2017).

Untuk kandungan atau senyawa bioaktif dari ekstrak cacing laut tersebut antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid.

Berdasarkan hasil, Anisa mengungkapkan, penelitian tersebut menemukan bahwa kapsul itu memenuhi persyaratan obat yang ditetapkan oleh BPOM. Yakni memiliki kadar air 2,20 persen, berukuran serupa dengan waktu hancur selama 16 menit 15 detik, dan memenuhi batas maksimum kontaminasi yang ada dalam persyaratan.

"Semoga khasiat ekstrak cacing laut bisa memberikan nilai tambah yang bisa memperbaiki harga cacing laut sebagai bahan baku produk akuatik. Diharapkan juga penelitian ini akan menambah informasi baru dan sumber obat-obatan tradisional baru," harap Anisa.

Anisa sendiri merupakan salah satu anggota tim peneliti cacing Sipuncula yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Purwatiningsih, MSi dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB. (okz)

.