PPATK Dilibatkan Polda Guna Telusuri Keuangan Nikahsirri

©net

Transbogor.co - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri perputaran uang dalam situs nikahsirri.com.

Adi menjelaskan, dari pengakuan tersangka yakni Aris Wahyudi (49) hasil transaksi yang sudah berjalan sebesar Rp5 juta. Jika dibanding jumlah klien yang sudah menjadi member sebanyak 2.700 orang angka tersebut terbilang sedikit, pasalnya untuk menjadi member para klien dikenakan biaya sebesar Rp100 ribu.

“Penyidik dalam pemeriksaan ke depan akan mencoba bekerjasama dengan pihak PPATK untuk menelusuri jalur keuangan atau transaksi keuangan antara pihak pemilik situs dengan pihak klien. Mudah-mudahan dengan informasi dari PPATK nanti akan tergambar sangat jelas bentuk transaksi keuangan,” kata Adi di Mapolda Metro Jaya, Senin, (25/9/2017).

Dijelaskan, setiap orang yang ingin bergabung ke dalam situs nikahsirri.com di-haruskan membayar mahar sebesar Rp100 ribu kemudian orang-orang yang sudah membayar ini mendapatkan username dan password untuk digunakan oleh member melakukan kegiatan menggunakan aplikasi nikah siri.com.

“Kemudian member ini bisa berinteraksi dengan para Mitra yaitu orang-orang yang bersedia dijadikan mempelai wanita atau mempelai pria,” tutur Adi.

Sistem nikahsirri.com yang diberlakukan oleh pemilik situs yakni mengedepankan bentuk pemenuhan mahar. Besarnya mahar ditentukan oleh mitra sendiri, sementara pemilik situs akan mendapatkan keuntungan sebesar 20 persen dari mahar yang dibayar oleh klien.

“80 persen, menurut keterangannya akan diberikan kepada mitra-mitra yang bertransaksi,” tandas Adi.

Diberitakan sebelumnya, Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com ditangkap polisi Minggu, (24/9/2017) dini hari di kediamannya di Jalan Manggis, No A91 RT 01/10, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, saat tengah tertidur. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana ITE dan atau Pornografi dan atau Perlindungan Anak dan atau Penyedia Jasa.

Dari rumah tersangka polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya laptop, 4 topi berwarna Hitam bertuliskan “PARTAI PONSEL”, 2 kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted”, dan 1 spanduk hitam bertuliskan “Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political”.

Aris dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.  (pskt)

.