Masih Dirawat, Proses Penyidikan Setya Novanto Tetap Berlanjut

©net

Transbogor.co - Ketua DPR Setya Novanto masih dirawat di RS Premier Jatinegara karena sakit. KPK menyebutkan proses penyidikan tidak akan berhenti meskipun ada sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan. 

"Kalau penindakan terhadap tersangka SN masih terus berjalan, dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan proses praperadilan tidak menghambat atau menghentikan jalannya proses penyidikan," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Mengenai dokter yang mengizinkan Novanto diperiksa setelah dinyatakan sudah pulih, Priharsa mengatakan saat ini KPK belum mengetahui kondisi kesehatan Novanto. Namun dia memastikan pemeriksaan akan tetap dilakukan.

"Sampai sejauh ini, kita belum dapat informasi final mengenai kondisi kesehatan SN. Yang pasti, pemeriksaan akan dilakukan dalam proses penyidikan," ujar Priharsa. 

Namun KPK akan meminta second opinion kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait kesehatan Novanto. Priharsa mengaku KPK sedang memproses dan mempelajari hasil koordinasi tim dokter KPK dengan dokter RS Premier. 

"Yang dilakukan oleh KPK kan koordinasi ya termasuk dengan asosiasi profesi kedokteran. Masih dalam proses (second opinion)," tuturnya.

Novanto sebelumnya harus menjalani operasi di RS Premier Jatinegara. Ketum Partai Golkar itu mengalami sakit gula darah dan jantung. 


KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka keempat dalam pusaran kasus e-KTP. Ia diduga berperan dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran, hingga pengadaan barang dan jasa melalui tersangka lain, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Saat proyek bergulir, Novanto menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. Megaproyek pengadaan e-KTP disebut merugikan negara Rp 2,3 triliun dari total nilai proyek sekitar Rp 5,9 triliun.

Namun Novanto sebelumnya pernah membantah menerima aliran dana dari kasus korupsi e-KTP menyusul penetapannya sebagai tersangka. Novanto mengatakan sudah ada bantahan dari tersangka yang menyebut dia tidak menerima aliran dana tersebut. (dtk)

.