Duh! Puluhan Ribu Pemilik Kendaraan di Bogor Tidak Taat Pajak

©net

Transbogor.co - Operasi gabungan Samsat Kota Bogor di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur mengincar kendaraan roda dua dan empat yang belum membayar pajak. Pada tahun ini, tidak kurang dari 11.000 kendaraan belum memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Operasi gabungan digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Polri, Polisi Militer (PM) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Kasubnit I Turjawali Polresta Bogor Kota Ipda Jamhuri Syarif mengungkapkan merupakan operasi hari keempat dan akan berlanjut hingga dua hari ke depan.

"Sasaranya pajak kendaraan yang habis masa berlakunya. Namun, kami menyadari tidak semua pengendara membawa uang yang cukup untuk membayar pajak di tempat. Maka itu, kami arahkan agar sementara STNK ditahan dan membuat pernyataan dan bisa kembali untuk mengambil surat setelah membayarkan pajaknya," kata Ipda Jamhuri.

Jika ada kendaraan dari luar Jawa Barat terjaring razia ini, maka pemiliknya diberi kesempatan satu minggu untuk membayar via online ke samsat domisili kendaraanya. "Kalau yang luar Bogor satu minggu kami beri kesempatan bayar lewat online dan mengambil STNK di Polres Bogor," ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat taat membayarkan pajak kendaraannya sebagai warga negara yang baik. "Ini yang keempat tahun ini kerja sama dengan Bapenda untuk menarik pajak kendaraan bermotor pada 2017 ini," kata dia.

Sementara Kasi Penagihan dan Penerimaan Bapenda Provinsi Jawa Barat Rana Nugraha mengungkapkan, dalam sehari berhasil menjaring 50 hingga 60 kendaraan baik roda empat dan roda dua. Namun, hanya 25% di antaranya yang langsung membayar pajak di tempat yang disediakan pemerintah.

"Kan ada kemudahan sebenarnya bisa lewat e-Samsat. Sebenarnya operasi gabungan untuk mengejar target pajak kendaraan pada 2017 yang nantinya berpengaruh pada dana bagi hasil Pemprov Jabar dengan Pemkot Bogor," tegasnya.

Dia menjelaskan, ada 11.000 unit kendaraan yang belum mendaftar ulang di Samsat. "Kalau tidak dibayarkan. Dendanya bisa terakumulasi dan makin tinggi. Karena, jika terlambat bayar kena denda dua persen dari bea pajaknya dan akan terakumulasi terus dan makin bengkak hingga memberatkan si pemilik kendaraan," tegasnya. (inl)

.