Hati-hati! di Bogor Masih Ada Pelaku Ganjal ATM

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Pencurian dengan modus mengganjal lubang kartu di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih marak di Kabupaten Bogor. Pelaku yang berjumlah lebih dari seorang mengganjal lubang kartu menggunakan sepucuk tusuk gigi. Sementara seorang di antaranya berpura-pura akan menolong korban.

Seperti yang dirilis di pikiran rakyat, salah satu kelompok yang tertangkap petugas Kepolisian Resor Bogor mengaku sudah menjalankan aksi pencurian berulang kali. Kepala Polres Bogor Andi M Dicky Pastika menyebutkan kedua pelaku berinisial AS (38) dan HI (45) sudah melakukan aksinya sebanyak 30 kali.

Pelaku terlebih dulu mengganjal lubang kartu di mesin ATM yang terletak di tempat umum namun relatif sepi. "AS bertugas mengikuti korban di belakang. Setelah kartunya tersangkut, pelaku berpura-pura membantu korban namun saat korban lengah, kartu ATM korban ditukar dengan (kartu lain) yang sudah disiapkan," kata Dicky di markasnya, Jumat 3 November 2017.

Setelah menukar kartu yang tersangkut, AS kemudian pergi dan pelaku lainnya HI, datang menggantikan. Keberadaan pelaku kedua untuk mengalihkan perhatian korban. Alih-alih membantu, Dicky mengatakan pelaku kedua itu akan meminta korban memasukkan kembali PIN-nya berulang kali hingga pelaku menghafalkannya.

Menurut Dicky, aksi kelompok pencuri tersebut sudah sangat piawai sehingga masyarakat dituntut lebih waspada. Pelaku yang telah mengetahui nomor PIN rekening milik korban akan menguras isi rekening tersebut menggunakan kartu milik korban di lokasi ATM lain. Karena itu, korban diimbau segera memblokir kartu ATM tersebut ke pihak bank.

Dicky tidak menyebutkan jumlah laporan kejadian serupa. Namun ia mengungkapkan salah satunya dilakukan pelaku di digerai ATM sebrang toko swalayan modern Desa Cikaret Kecamatan Cibinong. Petugas mendapatkan identitas pelaku melalui rekaman video kamera tersembunyi di lokasi kejadian perkara.

Selain itu, Dicky mengatakan jajarannya juga mendapat barang bukti lain dari tangan pelaku pencurian, yakni 20 kartu ATM, lima buku tabungan, tusuk gigi, gunting, lem kayu, satu unit senapan angin ringan dan kendaraan roda empat. "Kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun," katanya. (pr)

.