Dua Siswa SMP yang Terlibat Duel Maut Jadi DPO, Satu Sudah Diringkus

©
ilustrasi

Transbogor.co - Polisi menetapkan 2 siswa sebagai DPO karena diduga terlibat duel maut di Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Untuk sementara ini, polisi baru berhasil menangkap 1 orang pelaku.

"Dua pelaku berinisial CA dan DM belum tertangkap, dan sudah kita tetapkan sebagai DPO. Kalau seminggu ini belum ada, maka nama jelas dan fotonya akan kita sebar," kata Kapolres Bogor, AKBP Andi Muhamad Dicky, Selasa (28/11/2017).

Dua pelajar yang ditetapkan sebagai DPO, kata Dicky, merupakan pelajar yang berduel langsung dengan korban Ahmad Raih Syahdan dan pelajar yang ikut menganiaya korban. 

"Jadi yang kita amankan ini berinisial SN, dia (SN) ikut menganiaya korban. Sementara yang jadi DPO inisial CA itu adalah lawan duel korban. Sedangkan inisial DM itu, yang ikut menganiaya korban," terang Dicky.

Dicky menjelaskan, duel maut tersebut dilakukan dengan cara duel satu lawan satu yang dilakukan oleh 6 pelajar dari dua SMP berbeda. Setelah sempat duel berbarengan, kata Dicky, kedua teman korban Ahmad Raih Syahdan terdesak mundur dan melarikan diri. 

"Kedua rekan korban mundur dan melarikan diri, sementara korban tertinggal sendirian di lokasi," kata Kapolres.

Akibat duel itu, Ahmad Raihan Syahdan mengalami luka sabetan celurit di punggung, pinggang dan lengannya. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat membawa korban ke Puskesmas, namun Ahmad Raih Syahdan kemudian dinyatakan sudah meninggal ketika tiba di Puskesmas.

Seperti diberitakan sebelumnya, duel maut menggunakan celurit dilakukan oleh 6 pelajar dari dua SMP berbeda di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Jum'at (24/11/2017). 

Duel maut tersebut dilakukan kedua kelompok pelajar karena saling ejek dan ingin uji ilmu kanuragan. Kapolsek Rumpin, Kompol Sudrin Simangunsong mengatakan duel antar dua pelajar tersebut dipicu atas saling ejek dan ingin saling uji ilmu kanuragan. 

"Jadi mereka janjian untuk duel. Jadi mau uji ilmu. Misalkan dia tanya, punya ilmu apa, hayu duel. Terus mereka datang ke lapangan, terus duel, begitu saja. Jadi bukan tawuran," kata Sudrin Simangunsong, ketika dikonfirmasi. (dtk)

.