Generasi Milenial Sulit Miliki Rumah Hunian

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Pada akhir tahun lalu Rumah 123 bersama Karir.com melakukan survei mengenai kondisi industri properti saat ini. Survei tersebut memprediksi kemampuan generasi milenial untuk membeli rumah.

Hasil survei menyebutkan dalam 5 tahun sejak 2016 harga rumah termurah di Jakarta bisa naik mencapai 125%. Sementara dalam periode yang sama kenaikan gaji sekitar 80%.

Menanggapi itu, President Director PT Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja mengakui bahwa hal itu wajar adanya. Sebab, generasi milenial lebih mementingkan karir dibandingkan investasi.

Dia mengatakan, hal itu juga pernah dirasakannya pada saat masih dalam usia produktif.

"Dulu waktu zaman saya seumuran milenial memang enggak mikirin beli rumah, yang penting kita berkarir," kata Jahja usai menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (Bankers' Dinner) di JCC, Jakarta, Selasa malam.

Menurut Jahja, seiring waktu berjalan atau pada saat memasuki usia 30 hingga 35 tahun maka para generasi milenial ini baru memiliki fikiran akan pentingnya investasi, termasuk memiliki rumah.

"Nah berjalannya waktu memasuki usia 30-35 baru berfikir investasi, tentu harus belajar struggling for life dulu," ungkap dia.

Dari survei itu juga ditemukan hanya 17% kaum milenial yang bekerja di Jakarta mempunyai gaji Rp 7,5 juta per bulan ke atas. Sisanya, 83% di bawah angka tersebut.

Dengan penghasilan itu, maka kelompok pekerja hanya bisa membeli rumah di kisaran Rp 300 juta. Hal itu mempertimbangkan jumlah cicilan KPR dari penghasilan itu hanya bisa mencicil Rp 2,2 juta per bulan.

Jahja mengungkapkan, Bank BCA belum berfikir untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi kaum milenial untuk memiliki hunian.

Meskipun data Rumah123 menyebutkan, rumah dengan harga Rp 300 juta di Jakarta hanya tinggal 1%, itupun berada di pinggiran ibu kota yang berbatasan dengan wilayah lainnya.

"Kalau untuk fasilitas itu kita enggak ada program khusus, karena yang yang usia menengah saja belum banyak yang punya rumah," ungkap dia. (dtk)

.