Depeko putuskan UMK 2015 bekasi Rp2,9 juta

  foto:Dok Antara

Dewan Pengupahan Kota Bekasi, Jawa Barat, memutuskan besaran Umpah Minimum Kota 2015 di wilayah setempat sebesar Rp2.954.03.     "Jumlah itu sudah kita putus hari ini setelah melalui pembahasan panjang dan alot," kata Anggota Dewan Pengupahan Kota Bekasi Sajekti Rubiah di Bekasi, Kamis malam.

     Menurut dia, untuk UMK Kelompok 1 sebesar Rp3.397.135 dan UMK Kelompok 2 Rp3.249.434.

     Sajekti menjelaskan, upah itu terus mengalami kenaikan dari 2014 yang tercatat sebesar Rp2.441.954, dan kini di 2015 UMK Kota Bekasi kembali naik sekitar 40 persen.

     Pembahasan itu telah melalui kesepakatan Depeko yang terdiri atas perwakilan pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja di wilayah itu.

     "UMK itu kita hitung berdasarkan 60 komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) serta pertimbangan inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS)," katanya

     Rencananya besaran UMK tersebut segera diajukan ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk disahkan paling lambat Sabtu (15/11) mendatang.

     Sementara itu ratusan kaum buruh dari Forum Buruh Bekasi sempat menggelar aksi penolakan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan naik dalam waktu dekat.

     "Kenaikan ini akan sia-sia kalau BBM jadi dinaikan," kata Ketua Gabungan Serikat Buruh Bekasi Anwar.

     Selain itu, Pemkot Bekasi juga didesak untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak mentaati ketentuan UMK 2015.

     "PAda tahun ini saja masih ada perusahaan yang menggaji karyawannya Rp1,9 juta jauh di bawah UMK kita," katanya. (Antara)

 

.