Milan Jadi Bahan Lelucon

©net
Wakil Kapten Milan, Lucas Biglia

Transbogor.co - Hasil imbang di kandang sendiri menghadapi Torino menjadi hari terakhir Montella bersama Milan. Ia akhirnya dipecat dan Gennaro Gattuso mengambil alih pekerjaan sebagai pelatih.

Kekalahan dan hasil mengecewakan rasanya sudah menjadi hal yang wajar bagi Milan musim ini. Lalu buat apa menjadikan lelucon terhadap sesuatu yang sudah wajar. Sampai saat ini, pada pekan ke-15 Serie A, Milan telah mengalami kekalahan enam kali, imbang tiga kali dan mencatatkan kemenangan enam kali.

Saat ini, Milan berada di peringkat delapan dengan jarak cukup jauh dari empat besar. Dengan Inter Milan di puncak klasemen, Milan berjarak 18 poin. Kemudian dengan AS Roma yang berada di peringkat empat (belum menjalani pekan ke-14), Milan punya jarak 13 poin.

Gattuso dan Gagal Menang vs Benevento


Di pertandingan terakhir yang merupakan laga debut bagi Gattuso di bangku pelatih menghadapi klub calon degradasi Benevento, Milan kembali mendapat hasil bukan kemenangan. Dalam pertandingan itu, Milan hanya mendapat hasil imbang 2-2.

“Ha...Ha... Ha... Adalah fakta Milan merupakan satu-satunya klub yang gagal mendapatkan poin penuh dari Benevento musim ini,” katakan begitu jika ingin menertawakan performa Milan.

Bagi pendukung Milan, hasil imbang—bukan kekalahan—menghadapi Benevento tersebut adalah sebuah hasil yang sangat mengecewakan. Tapi jika melihat konsistensi performa Milan sepanjang musim ini, hasil tersebut menjadi hal yang cukup pantas bagi mereka.

Berhenti Melihat Milan sebagai Raksasa


Bukan hal yang salah jika Milanisti sangat kecewa dengan hasil imbang lawan Benevento. Dan jika Milan mengalami kekalahan tak terduga juga merupakan kewajaran dalam sepakbola.

Yang tidak wajar adalah apabila Milan tetap dipandang sebagai klub hebat seperti beberapa tahun lalu ketika dalam skuat mereka masih terdapat nama hebat termasuk Gattuso—yang saat ini sudah menjadi pelatih.

Wajah Milan telah berubah. Hal itu harus disadari. Itulah yang membuat Milan sulit bersaing di papan atas dalam beberapa musim terakhir. Maka pandangan terhadap tim yang identik dengan warna hitam-merah ini pun harus ikut bergeser.

Mentalitas sebagai tim juara adalah salah satu masalah yang mendera tubuh Milan saat ini. Mereka butuh waktu untuk menumbuhkan mental tersebut di antara para pemain.

Jika ditarik ke belakang, Milan telah kehilangan pemain bermental juara setelah ditinggalkan para pemain senior pasca Scudetto yang terakhir. Sehingga tercatat hanya Ignazio Abate, pemain dalam skuat Milan saat ini, yang pernah merasakan juara Serie A pada 2011. Artinya, ada transformasi mental juara yang terputus dalam tubuh Milan.

Sampai di sini dapat disimpulkan, Milan bukan klub besar seperti beberapa waktu lalu yang gagah perkasa bermain lawan Liverpool di final Liga Champions 2005 tapi kalah, kemudian membalas pada final Champions 2007. Maka jika Milan mengalami hal-hal buruk, seperti tak mampu mengalahkan Benevento, tak perlu membuat terkejut. Sebab, sekali lagi, Milan sekarang bukan Milan yang dulu.  

Benar bahwa Milan ingin kembali menjadi besar dengan mendatangkan sejumlah pemain pada musim panas lalu. Namun kehadiran para pemain itu tidak membuat Milan langsung bermain hebat. Mereka masih butuh waktu membangun sistem dalam proyek tersebut.

Salah satu bukti lagi bahwa Milan bukan klub besar adalah pasca pemecatan Montella kemudian menunjuk Gattuso. Sementara itu banyak pelatih yang kaya pengalaman yang tak memiliki pekerjaan seperti Guus Hiddink yang ampuh membangkitkan keterpurukan tim di tengah musim atau Carlo Ancelotti yang sudah terbukti mampu memberi Milan gelar juara. Tapi Milan justru memilih mempekerjakan Gattuso yang belum lama menggeluti karier pelatih.

Tapi faktanya, Milan sekarang di bawah kendali Gattuso. Sejak awal musim, Milan sudah enam kali kalah dan tiga kali imbang dari 15 laga di Serie A. Kekalahan dan hasil mengecewakan mungkin bisa terulang di laga-laga yang akan datang. Jika hal itu terjadi, tak perlu membuat terkejut atau dijadikan bahan lelucon. Sebab memang begitulah Milan saat ini. (bln)

.