Taman di Bogor Akan di-KTR-kan

©

Transbogor.co - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor berencana memasukkan taman sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kesembilan. Rencana ini masuk dalam poin usulan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang saat ini sedang direvisi.

Usulan tersebut, disampaikan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Erni Yuniarti, bukan tanpa sebab. Sekarang, taman di Kota Bogor sudah lebih banyak dibandingkan beberapa tahun lalu dan banyak yang memanfaatkannya, termasuk anak-anak, ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (4/12).

Selama ini, Erni menjelaskan, taman kota sebenarnya sudah tertulis dalam Perda KTR Pasal 8 Ayat (2), namun masuk sebagai tempat umum. Sedangkan, dalam pasal yang sama, tertulis bahwa tempat umum sebagaimana dimaksud adalah tempat atau gedung tertutup sampai batas kucuran air dari atap paling luar.

Definisi tersebut, disampaikan Erni, hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu dan tidak seimbang. "Taman itu kan ruang terbuka, tidak ada atap, seperti Taman Ekspresi di Sempur. Jika mengacu pada Perda KTR, masyarakat boleh bebas merokok di area taman," ujarnya.

Dalam poin usulan revisi Perda KTR, taman akan dibuat terpisah menjadi kategori KTR tersendiri. Jadi, Erni menuturkan, masyarakat tidak bisa sembarangan merokok dan pedagang pun tidak diizinkan berjualan rokok di area taman.

Untuk definisi taman yang akan dipakai, Erni menjelaskan, masih belum digarap secara mendetail. Ketentuan selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan mengakomodir Perda. Kalaupun sudah pasti, poin ini difokuskan pada semua taman, dari taman kota, perumahan, perkantoran.

Dalam pengawasannya, Dinkes Kota Bogor akan bekerja sama dengan pihak keamanan terkait. Di antaranya, petugas taman di taman kota dan satpam di taman perumahan maupun perkantoran. Erni juga meminta masyarakat untuk membantu pengawasan, menegur dan melaporkan apabila ada pelanggaran.

Usulan ini, tambah Erni, bukan semata-mata dari Dinas Kesehatan. Melainkan, usulan dari masyarakat saat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beberapa waktu lalu. Latar belakang mereka beragam, dari guru, karang taruna, pengelola mal sampai pegiat pariwisata.

Rencana memasukkan taman sebagai KTR kesembilan diapresiasi oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan. Menurutnya, usulan tersebut akan semakin meningkatkan kenyamanan masyarakat saat menghabiskan waktu di taman.

Erwin menjelaskan, taman merupakan ruang terbuka hijau yang tidak dimiliki secara perorangan, melainkan publik. "Masyarakat dari berbagai kalangan harus bisa menikmatinya tanpa harus terganggu oleh asap rokok. Kami, Disperumkim, menyambut baik jika taman masuk dalam KTR," katanya.

Sebelum adanya usulan dari Dinkes ini, Erwin menuturkan, bagian pertamanan di Disperumkim sebenarnya sudah lama melakukan imbauan pada pengunjung untuk tidak merokok di taman. Imbauan dilakukan melalui keberadaan petugas yang tersebar di taman-taman kota.

Papan larangan bertuliskan Kawasan Tanpa Rokok pun akan semakin disebarkan guna mensosialisasikan kepada masyarakat. "Tapi, memang akan lebih maksimal apabila sudah dimasukkan ke Perda," kata Erwin. (rpb)

.