Pelaku Pembunuhan di Bogor Dicokok Polisi

©net
ilustrasi


Transbogor.co - Kepolisian Resor Bogor mengungkap kasus temuan mayat tanpa identitas di Stasiun Gunung Putri dengan kondisi luka bekas senjata tajam di bagian kepala serta potongan kaki bagian kiri yang terpisah dari badan, beberapa waktu lalu.
        
Kepala Polres Bogor AM Dicky mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menyimpulkan jika korban yang diketahui berinisial MA (35) itu tewas dibunuh.

Dicky menyebut, berdasarkan pengembangan kasus tersebut, polisi kemudian mengamankan terduga pelaku pembunuhan berinisial NK (32).

Kepada polisi, NK mengakui perbuatan tersebut. Pelaku menghabisi nyawa korban karena terlibat perkelahian dengan korban di hari kejadian.

"Saat itu, korban dan pelaku sedang minum-minuman keras di Stasiun Gunung Putri. Pelaku dan korban kemudian terlibat perkelahian, sehingga korban ditusuk bagian kepalanya dengan obeng yang diambil di sepeda motornya," ucap Dicky di Mapolres Bogor.

Dicky menjelaskan, setelah korban tewas, pelaku langsung menyeret korban ke pinggir rel kereta dengan tujuan untuk menyembunyikannya.

Namun tubuh korban malah tersangkut rel, sehingga saat kereta api melintas melindas tubuh korban bagian kiri. 

Akibatnya, potongan kaki kiri korban terputus dan tercecer kurang lebih 300 meter dari posisi badannya.

"Setelah itu, pelaku mengambil barang korban seperti sepeda motor dan telepon genggam. Barang-barang curian itu kemudian dijual kepada penadah," katanya.

Polisi juga turut mengamankan tiga orang lainnya yang terlibat membantu pelaku. Tiga orang yang ikut diamankan adalah AM (21), ST (27) dan SS (70). Mereka adalah penadah barang curian.

"Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah obeng, satu HP, dan satu buah sepeda motor. Pelaku NK dikenakan pasal berlapis tentang tindakan pembunuhan dan pencurian serta pembunuhan dengan kekerasan. Ancamannya hukuman mati," tutup Dicky.

Sebelumnya, mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki ditemukan di saluran air Stasiun Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (8/12).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang sedang melintas di lokasi kejadian.

Di tubuh korban ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam di bagian kepalanya. Selain itu, potongan kaki korban bagian kiri ditemukan terpisah tak jauh dari badannya.

"Kami masih mencari identitas korban, karena tidak ditemukan identitasnya. Usianya sekitar 47 tahun," kata Kepala Polsek Gunung Putri Komisaris Polisi Niih Hadiwijaya, ketika itu. (Mdk)

.