Program Angkot Masuk Kampung Sudah Berjalan, Tarif Naik Jadi 7 Ribu

©net

Transbogor.co - Program angkot masuk kampung-kampung resmi dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Sejak Rabu (27/12), program penataan transportasi andalan Wali Kota Bogor Bima Arya itu sudah mulai dieksekusi. Tahap pertama, dua trayek angkutan diputuskan diperpanjang menyisir perumahan.

Imbasnya, Dinas Perhubungan (Dishub) terpaksa menaikkan tarif menjadi Rp7.000. Penyesuaian tarif angkutan itu dilakukan menyusul adanya perpanjangan trayek angkutan.
 
Yakni trayek angkot 01 jurusan Cipinanggading-Terminal Merdeka diperpanjang sampai Perumahan Yasmin (Giant Yasmin). Kemudian trayek 07 yang semula 07 B melayani rute Ciparigi-RE Martadinata-Terminal Merdeka akan diperpanjang hingga Terminal Bubulak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Bogor Hanafi mengatakan, penyesuaian tarif tersebut dilakukan sesuai jarak trayek yang diperpanjang. Ia menyebut bahwa kenaikan itu nilainya variatif.

“Penyesuaian tarifnya variatif, ada yang Rp7.000 dan Rp6.000 itu. Jadi misalkan dari titik A ke titik B itu biasanya Rp3.500. Karena diperpanjang ke titik selanjutnya, maka ada penambahan lagi Rp3.500,” beber Hanafi.

Sayang, Hanafi tidak merinci besaran tarif masing-masing trayek untuk moda Transpakuan maupun angkutan feeder atau pengumpan. “Untuk rincinya bisa ke Pak Agus ya,” kata Hanafi yang ditugaskan sebagai Plt Kadishub Kota Bogor hingga 30 Desember.

Rencananya selama tiga hari ke depan, petugas gabungan akan membantu melakukan pengawasan dan mengarahkan rute angkot yang terkena perubahan.

Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Bogor Ari Priyono menjelaskan, selama tiga hari ke depan dimulai Rabu (27/12), personel Dishub dibantu petugas dari Polresta Bogor Kota dan personel TNI Denpom III/1 Bogor akan melaksanakan pengamanan di rute-rute angkot Kota Bogor.

Sedikitnya ada 187 personel disebar di 15 titik untuk mengarahkan angkot tersebut sesuai rute tujuan. “Kita fokus pada enam trayek, yaitu empat Trayek Transpakuan Koridor (TPK) dan dua trayek feeder (pengumpan).

Trayek yang akan dioptimalkan pada Transpakuan koridor yaitu pada koridor 2, 3, 4 dan 5,“ ujar Ari saat mengikuti Apel Persiapan Rerouting Angkutan Umum Tahun 2017 di halaman Plaza Balai Kota Bogor, belum lama ini.(pj1)

.