Ini Bahasan LKPK Saat Pertemuan di Bogor

©net

Transbogor.co - Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK)) se-Indonesia, menggelar silaturahmi dan pertemuan akbar, di Gedung Pertemuan Kantor DPP Pusat LKPK, Cianjur, Bogor.
Pertemuan akbar ini dihadiri langsung Ketua Umum DPP LKPK Pusat, Firdaus Oiwobo SH, dan Sekjen Mayjen (Purn) Moch Slamet.

Acara itu membahas mengenai persiapan lembaga dalam melaksanakan tugas di daerahnya masing-masing.

Ketua LKPK Langsa - Aceh, Musliadi, didampingi Sekretarisnya, Ns Ridwan SKep, kepada Serambinews.com, Minggu (7/1/2018) mengatakan, dalama pertemuan itu pihaknya menyampaikan beberapa hal terkait Aceh.

Yakni mengingat dan menimbang Aceh diberikan kekhususan otonom, otonomi khusus, yanng berbeda dengan provinsi lain mulai dari aspek pendidikan, kesehatan. Namun kesejahteraan masih di bawah harapan masyarakat Aceh.

Menurutnya, Aceh pun memiliki dan mendapatkan kekhususan lagi dalam hal mengatur dan mengelola pemerintahannya sendiri.

"Apakah itu dari segi aspek pertumbuhan ekonomi dan perkembangan serta kemajuan bagi Aceh sendiri," sebutnya.

Ditambahkanya, untuk menunjang hal itu Aceh diberikan dana besar yang di gelontarkan oleh pusat, yang disebut dana otsus mencapai triliunan. Ini pula menjadi tugas penting bagi lembaga seperti LKKP untuk mengawasi realisasinya, agar penggunaan anggarannya tetap sasaran.

Menyikapi disampaikan Ketua LKPK Langsa - Aceh itu, Ketua umum LKPK Pusat, Fidaus Oiwobo SH, mengatakan bahwa poin penting LKPK daerah harus bekerja di lapangan dalam mengawasi anggaran baik dari APBN dan APBK itu.

Jangan khawatir lembaga LKPK yang saya pimpin telah mendapat legalitas dan telah melakukan koordinasi langsung terhadap penegak hukum, salah satunya yang menjadi mitra Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Pusat RI.

Dan LKPK diberikan peluang dan penghargaan bekerja sama dalam menuntaskan mengakhiri para tikut-tikus berdasi (koruptor), cukup dengan sebuah pena yang dapat membasmi para koruptor di Aceh.

"Maka dari itu dia berharap LKPK Langsa - Aceh tetap semangat dan bekerjalah dengan hati dan keihklasan tanpa ada kepentingan para pejabat daerah," imbuhnya. (trb)

.