Pemkot Bogor Kaji Izin 20 THM

©

Transbogor.co - Pemerintah Kota Bogor akan mengevaluasi izin bagi 20 tempat hiburan malam, seperti diskotik atau klub yang bermasalah.

Evaluasi itu menyusul kasus penembakan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu kritis di area Lipss Club & Karaoke, Jalan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Sabtu dini hari, 20 Januari 2018.


Wali Kota Bima Arya menegaskan tidak melarang tempat hiburan malam, seperti karaoke keluarga. Namun Pemerintah tidak akan memberikan izin sejenis diskotik atau klub malam.

Bima menyebutkan di Kota Bogor ada 20 tempat hiburan malam dan akan segera dievaluasi semua izinnya. Jika berdampak buruk bagi masyarakat, akan dicabut izinnya.

“Kalau karaoke keluarga kita izinkan, tapi kalau diskotik dan klub malam sejauh saya masih memegang amanah menjadi Wali Kota tidak akan dikeluarkan izinnya," kata Bima pada Selasa, 23 Januari 2018.

Mengenai izin Club & Karaoke, tempat hiburan itu tak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan hanya memiliki izin HO (gangguan warga). Maka Pemerintah Kota akan mengevaluasi izinnya karena kebijakan baru HO sudah dihapuskan dan akan meminta untuk menghentikan operasionalnya.

“Lipss mengakui tidak memiliki TDUP, pengakuannya baru akan mengurus. Selama ini mereka memegang HO atau izin warga. Tapi sekarang HO sudah dihapuskan,” katanya.

Sejak Desember 2017, Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan sosialisasi mengenai TDUP kepada pemilik tempat hiburan malam. Namun saat itu manajemen Lipss tidak hadir. Ia mempersilakan manajemen Lipss untuk mengurus TDUP.

“Itu hak mereka, tapi keputusan dan kebijakan ada di Pemkot. Saya kira tempat hiburan malam seperti ini, diskotik, pub, lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Saya sarankan kepada Pak Edi (pengelola Lipss) untuk mencari konsep bisnis yang lebih berkah," kata Bima. (vvn)

.