Dituding Radikal, FPI Ontrog Kantor Kemenag Bogor

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam orasinya, Perwakilan DPC FPI Cibinong Ustad Rizal mengatakan, aksi ini dipicu makalah yang ditulis Kepala Seksi Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bogor, Ujang Ruhiat yang menyebut FPI salah satu ormas islam radikal.

Dalam makalahnya yang berjudul 'Penanganan Radikalisme Islam di Lembaga Pendidikan Tinggi' itu Ujang Ruhiyat menyebut FPI termasuk ormas islam radikal seperti Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Laskar Jihad.


"Kedatangan kami ke sini dalam rangka meluruskan tentang katanya FPI arogan. Kira-kira kalau kita difitnah enak tidak. Kami minta Ujang Ruhiyat untuk mundur," kata Rizal, di lokasi Kamis (1/2/2018).

Meski Ujang Ruhiyat telah meminta maaf kepada FPI, Rizal tetap menekankan agar hal serupa tidak disepelekan dan tidak terulang kembali. Pihaknya pun meminta Ujang Ruhiyat mundur dari jabatannya.

"Lain kali kalau bicara harus dipikir lagi, pakai otak," cetus Rizal.

Sementara itu, dihadapan pengunjuk rasa Ujang Ruhiyat menyampaikan permohonan maafnya atas kekhilafan yang diperbuatnya. Ujang pun mengaku menyesal dan berjanji tidak mengulangi lagi.

"Saya meminta maaf, saya sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. Itulah klarifikasi dan permohonan maaf atas apa yang saya perbuat, dan itu akan menjadi pelajaran bagi saya ke depannya dan untuk kehidupan pribadi saya ataupun dalam berbangsa dan bernegara," papar Ujang.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan bahwa aksi tersebut sudah diketahui pada beberapa hari lalu. Dicky menjelaskan bahwa permasalahan yang ada adalah terkait adanya ucapan seorang pejabat mengisi seminar di perguruan tinggi.

"Intinya dari FPI merasa bahwa salah satu pejabat kejaksaan yang ada saat memberikan seminar di salah satu sekolah tinggi dirasa menghina dari pada FPI, dimana FPI oleh pejabat tersebut sebagai satu di antara ormas yang radikal, lalu dari FPI tidak terima dan melakukan unjuk rasa," ujar Dicky.

Usai melakukan aksi damai dengan berorasi, ratusan anggota FPI membubarkan diri dengan tertib.

.