Akun Medsos Bapaslon Walikota Bogor Harus Didaftarkan

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Pemilu) Kota Bogor, Yustinus Elias mengimbau kepada bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor agar mendaftarkan akun resmi media sosial setiap bapaslon sebelum masa kampanye tiba.

Menurutnya, hal tersebut mesti dilakukan untuk menghindari adanya kampanye hitam atau black campaign.

"Iya kalau terdaftar kan nantinya bisa terpantau setiap aktivitas paslon ketika sudah ditetapkan di media sosial, jangan sampai memuat hal yang dilarang undang-undang," katanya saat seperti dilansir di tribunnews.

Dikatakannya, saat masa kampanye nanti, kemungkinan adanya penyebaran informasi yang memuat unsur sara atau fitnah pasti ada. Untuk itu setiap pergerakan paslon maupun masa pendukung paslon di media sosial akan terus diawasinya.

"Kalau terbukti menyebarkan hal berbau SARA atau fitnah bida dikategorikaan sebagai ujaran kebencian dan tentu bisa dikenakan undang-undang ITE," ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian guna menciptakan kondisi Pilkada Kota Bogor tetap kondusif.

"Kita akan mengkaji setiap hal yang disebar di media sosial, kalau memang memgandung unsur SARA nanti urusannya bisa ditindak lanjuti pihak kepolisian," jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna menuturkan bahwa pendaftaran akun resmi paslon harus sudah dilakukan sebelum masa kampanye tiba.

"Sampai tanggal 14 Februari 2018 kalau daftarnya hari ini juga sudah bisa dilakukan, kalau belum terdaftar nanti Panwas yang akan menangani," singkat Undang. (trb)

.