Pelaku Penodongan di Mesjid Bandung Divonis 2,5 Tahun

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Polisi memastikan M Lukman Rikmansyah (24) penodong remaja di masjid Persis tidak menderita gangguan jiwa. Dari analisa, polisi menduga pemuda itu berniat mencuri barang di masjid.

"Analisa saya ini murni kriminalitas. Murnu mau melakukan pencurian," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Senin (5/2/2018).

Analisa tersebut berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan personel Satreskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasatreskrim AKBP M Yoris Maulana. Dari hasil penyidikan, Lukman ternyata seorang residivis kasus pencurian sepeda motor tahun 2015.

"Pelaku divonis 2,5 tahun. Sehingga analisa saya karena dilengkapi senjata tajam, dia lagi mencari sasaran pencurian," tandasnya.

Hendro menegaskan hal ini juga termasuk membantah isu yang berkembang soal pelaku menyasar ustaz. "Enggak ada sasaran ustaz atau ulama. Ini murni kriminal umum," tuturnya.

Di samping itu, polisi juga memastikan Lukman bukanlah seorang penderita gangguan jiwa. Hanya saja saat kejadian, polisi menemukan tempat lem aibon yang telah kosong.

"Kemungkinan pengaruh dari lem aibon," kata dia.

Aksi penodongan dilakukan Lukman terhadap sejumlah remaja di Masjid At Tawakal, Jalan Karasak Lama, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung pada Minggu (4/2) pukul 21.40 WIB. (dtk)

.