Biar Ngga Hoax Nih!, yang Dibacok Ternyata Petani, Bukan Ustadz

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Sulaiman (55) mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan pipi setelah dibacok saudaranya sendiri, Jamhari (53), di Kampung Cijambe, Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa itu kemudian viral di media sosial setelah disebut bahwa korban bernama Sulaiman itu adalah seorang ustaz. Disebutkan pula, korban dibacok pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (6/2/2018).

Kepolisian Resor Bogor langsung membantah informasi tersebut. Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyebut jika korban bukanlah seorang ustaz, melainkan bekerja sebagai petani setempat.

Dicky mengatakan, pembacokan terhadap korban terjadi di sebuah kebun duren. Pelaku yang memiliki hubungan keluarga dengan korban memang mengidap gangguan jiwa.

"Jadi, korbannya itu bukan ustaz, tetapi petani. Pelaku juga masih punya hubungan keluarga dengan korban. Makanya, kejadian itu tidak dilaporkan kepada polisi karena mereka menyelesaikan dengan cara kekeluargaan," katanya, Kamis (8/2/2018).

Dicky mengatakan, polisi tetap akan melanjutkan kasus itu meski pelaku disebut memiliki gangguan kejiwaan. Polisi akan memeriksa kejiwaan yang bersangkutan.

"Kasus tetap akan kai proses agar ada kepastian hukum. Sebab, di dalam KUHP, seseorang yang mengidap gangguan kejiwaan memang tidak bisa dituntut secara hukum. Karena itu, pemeriksaan kejiwaan perlu dilakukan," katanya.

Polisi juga akan melacak identitas pemilik akun yang menyebarkan isu tersebut. Polisi menilai, ada maksud yang tidak baik di balik peristiwa itu.

Ia mengimbau, kepada pihak-pihak yang sudah menyebarkan informasi hoaks itu untuk menyerahkan diri atau polisi akan mencarinya.

"Ada yang sengaja memelintir isu ini sedemikian rupa sehingga meresahkan," pungkasnya.

.