Bima Arya : Fasilitas Kesehatan Terus Ditingkatkan

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan Gedung A (Critical Area) dan Pelayanan Cath Lab RSUD Kota Bogor. Hal tersebut sebagai salah satu komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas layanan kesehatan untuk warganya. Selain itu, Pemkot Bogor juga menambah puskesmas dari 70 menjadi 87 unit.

Gedung baru di RSUD tersebut difasilitasi kamar kelas tiga sebanyak 224 unit, peralatan kedokteran yang modern hingga tersedianya layanan Cath Lab atau layanan untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.

Bima Arya mengatakan, gedung baru ini harus mampu merespon kondisi kesehatan warga yang membutuhkan penanganan cepat untuk perawatan. Hadirnya ruang NICU, PICU, ICU dan Cath Lab ini tentu dapat meningkatkan pelayanan RSUD serta warga tidak lagi perlu rujukan jauh-jauh.

“Ini masih kurang, saya harap dilanjutkan lagi tahap keduanya untuk bisa memperbaiki klinik yang pengap dan ditambah lagi SDM-nya,” ujar Bima Arya, Kamis (8/2/2018).

Bima berpesan agar sistem rujukan mulai dari tingkat Puskesmas disempurnakan dengan terintegrasi online. Menurutnya, jangan sampai setelah di rujuk baik ke Rumah Sakit di Kota Bogor ataupun di Jakarta warga menjadi bingung apalagi terlantar.

Hal lainnya yakni peningkatan kualitas layanan, ia sangat mendukung program “No jutek, lemot dan bolot”. Sebab sebagus apapun fasilitasnya jika pelayanannya tidak ramah, warga tidak bisa menikmati pelayanan.

“Terakhir transparansi pelaporan keuangan, mencegah manipulasi dalam mencegah budaya korupsi di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor Dewi Basmala mengatakan layanan Cath Lab jantung sangat dibutuhkan masyarakat Kota Bogor karena penderita sakit jantung cenderung meningkat dengan resiko meninggal semakin tinggi. Tak ayal, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor tiga di Kota Bogor.

“Selama ini jika ada warga Bogor yang sakit jantung, harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita. Perjalanan dari Bogor ke Jakarta sangat beresiko bagi pasien. Sebab faktor resiko keterlambatan dalam penanganan penyakit jantung itu berakibat fatal meninggal. Sehingga satu-satunya jalan RSUD Kota Bogor harus punya fasilitas Cath Lab,” ujar Dewi.

Dengan adanya gedung A (Critical Area), RSUD kini memiliki lima ruang operasi yang diharapkan dalam mengurangi jumlah waiting list pasien operasi yang sangat tinggi. Selain itu, adapula ruang penanganan khusus bagi ibu dan bayi. Hal ini sebagai bentuk komitmen dari RSUD untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

“Ke depan kami ingin mengoptimalkan pelayanan kanker yakni dengan upaya radio kemoterapi sehingga kedepan dapat lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Bogor,” katanya. (okz)

.