Ada Bangli, Dewan Desak Satpol PP

©

Transbogor.co - Komisi III DPRD Kota Bogor menemukan adanya pembangunan Gumati Training Center di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tetapi biarkan melakukan pembangunan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Hal ini menjadikan pertanyaan besar bagi para wakil rakyat, pasalnya pembangunan sudah mencapai tahap finishing.

Ketua Komisi III, Sendhi Pratama mengatakan, pada Rabu (7/2) komisi III melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke bangunan Gumati Training Center, berdasarkan laporan warga ke DPRD Kota Bogor.

"Saat datang ke sana, bahwa benar pembangunan masih berjalan tetapi mereka tidak bisa menunjukkan adsnya IMB," ungkap Sendhi pada Kamis (8/2) siang.

Sendhi melanjutkan, komisi III mendapatkan informasi dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) bahwa bangunan itu sudah ditegur tahun 2017, kemudian pertanggal 7 Januari 2017 ada surat teguran terhadap bangunan Training Center tersebut.

"Rekomendasi surat menghentikan pekerjaan bangunan. Posisi Septik tank dekat dengan perumahan warga, proses IMB belum selesai tapi sudah dilakukan pembangunan dan yang ketiga ada pemanfaatan air tanah untuk kolam berenang. Saat datang tidak ada pengelola, hanya pekerja bangunan saja," tutur politisi Hanura itu.

Sendhi menjelaskan, ini ada pembiaran oleh penegakan perda, pihak pengelola tidak menggubris peringatan dari Disperumkim. Dirinya juga mengaku tidak tebang pilih, semua pengusaha disamakan. Setiap investasi di Kota Bogor harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Kami akan memanggil pengelola dan dinas terkait. Mencari waktu untuk pemanggilan beberapa pihak itu," terangnya didampingi anggota komisi III DPRD Kota Bogor Ardiansyah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disperumkim, Boris Darerusman mengaku, pihaknya sudah melakukan pelimpahan kepada Satpol PP Kota Bogor perihal bangunan Training Center di Katulampa itu dari 7 Januari 2017. Untuk bukti fisik suratnya masih ada dibidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal).

"Silahkan ada di pak Beni Wasdal, itu sudah dilimpahkan ke Satpol PP," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor, Heri Karnandi mengatakan, bahwa ranah pelanggaran yang dilakukan Training Center masih di Disperumkim Kota Bogor.

"Itu ranahnya Disperumkim Kota Bogor," singkat nya. (inl)

.