Kedatangan Utusan PBB, Jokowi Bahas Inklusi Keuangan

©

Transbogor.co - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima dari Belanda. Kunjungan kehormatan tersebut berlangsung di Istana Merdeka pada pukul 09.00 WIB.

Kunjungan Ratu Belanda ini ke Indonesia bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada 1 September 2016 Ratu Maxima juga datang ke Indonesia dan disambut Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.

Kala itu, Ratu Maxima membahas mengenai inklusi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat mudah mendapatkan akses keuangan.

Selain bertemu Jokowi, Ratu Maxima juga dijadwalkan untuk bertemu bos Go-Jek di Bakwan Malang, Jalan KH Agus Salim, Menteng pada pukul 10.30 WIB.

Kemudian pada sore harinya, Ratu Belanda tersebut akan mengunjungi Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) di Gedung Cowell Tower, Jakarta Pusat, pada pukul 15.00 WIB.

‎Sementara usai meneriman kunjungan Ratu Maxima, Presiden Jokowi sendiri ‎akan bertolak ke Kota Ambon, Maluku, dalam rangka kunjungan kerja.


Pada pertemuan antara Presiden Jokowi bersama Ratu Belanda Maxima, Kamis, 1 September 2016, keduanya berdiskusi membahas peningkatan inklusi keuangan (financial inclusion) di Indonesia.

Jokowi meyakini Ratu Maxima sebagai Special Advocate for Inclusive Fincance for Development dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bisa membantu Indonesia meningkatkan inklusi keuangan Indonesia yang saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

"Saya berdiskusi satu jam berkaitan dengan financial inclusion. Saya minta, karena Beliau bisa koordinasi baik di PBB, World Bank dan foundation, besar saya minta agar didorong perkembangan financial inclusion untuk bisa lebih cepat," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jokowi menuturkan saat ini pemerintah sudah berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan literasi keuangan itu melalui tabungan khusus bagi para pelajar, lalu kemudahan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), petani dan nelayan dalam mendapatkan akses permodalan ke perbankan.

Dari Maxima, Jokowi berharap adanya masukan dan bimbingan dari dunia internasional, dalam menciptakan inovasi serta menjaga kualitas sektor-sektor tersebut demi meningkatkan inklusi keuangan ‎Indonesia secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, demi mempercepat peningkatan inklusi keuangan Indonesia, Jokowi juga memaparkan dirinya mendorong teknologi aplikasi‎ dapat menjadi alat.

"Saya minta agar OJK dan Bank Indonesia untuk memberi dorongan kepada usaha mikro kita, baik yang berkaitan dengan regulasi dan IPTEK. Saya rasa ini penting sekali karena Indonesia punya usaha mikro yang sangat besar sekali," ucap Jokowi. (lip6)

.