Pedagang : Kenaikan harga cabai dipicu kelangkaan pasokan

  foto:Dok Antara

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Bekasi, Jawa Barat, beranggapan kenaikan harga cabai sejak sepekan terkahir dikarenakan kelangkaan pasokan barang.

"Yang paling kenaikan harganya adalah cabai merah keriting, dari Rp44 ribu, sekarang jadi Rp60 ribu per kilogram," kata Musa (44), pedagang cabai di Pasar Jatiasih, Sabtu.

Menurut dia, kenaikan cabai juga berlaku pada cabai rawit merah dari Rp40 ribu sekarang Rp50 ribu, per kilogram.

Sedangkan cabai merah mengalami kenaikan harga dari Rp20 ribu sekarang Rp30 ribu per kilogram.

"Cabai hijau dulu Rp12 ribu sekarang Rp20 ribu. Meski naik, pembelinya ada saja," katanya.

Menurut dia, kenaikan itu turut dipicu sejumlah hal, mulai dari rencana pemerintah menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga sejumlah daerah penghasil yang mengalami gagal panen.

"Biasanya memang begini kalau BBM mau dinaikan. Atau bisa juga terjadi gagal panen di daerah penghasilnya," katanya.

Menurutnya, rencana pemerintah mencabut subsidi BBM akan meningkatkan biaya distribusi dari produsen ke konsumen.

Salah seorang pedagang lainnya, Lisna (35), mengatakan di antara sekian banyak kebutuhan pokok yang naik, hanya cabai yang mengalami kenaikan signifikan, yakni mulai dari Rp8 ribu sampai Rp24 ribu.

Sedang untuk kebutuhan yang lain seperti beras, tomat, kol, dan lada, kenaikan hanya berkisar antara Rp200 sampai Rp5 ribu.

Sementara itu, Kepala Pasar Kranji Baru, Adang Sudarta mengatakan kenaikan harga cabai lebih disebabkan kurangnya hasil panen di sejumlah daerah penghasil.

"Kalau kenaikannya (cabai) sebagai dampak dari rencana kenaikan harga BBM, seharusnya yang naik semua kebutuhan pokok, bukan hanya cabai," katanya.

Menurut dia, pasokan cabai saat ini di Kota Bekasi memang kurang, dimungkinkan karena musim kemarau panjang.

"Cabai kan tidak bisa hidup terlalu panas dan terlalu dingin. Makanya, karena stoknya menurun sedang permintaannya sama," katanya.(Antara)

.