Unbeaten, Milan Punya Kans Kembali ke Eropa

©

Transbogor.co - AC Milan tengah dalam laju yang sangat bagus akhir-akhir ini. Sepanjang tahun 2018, tim berjuluk Rossoneri tersebut tak pernah mengalami kekalahan. Jika mereka mampu mempertahankan performa ini, kembali ke Liga Champions bukan sesuatu yang tidak mungkin setelah empat tahun absen.

Terakhir kali Milan bermain di Liga Champions yaitu pada musim 2013/2014. Waktu itu, Milan bertarung dari Grup H bersama dengan Barcelona. Meskipun hanya mampu duduk sebagai runner up, namun Milan sanggup lolos ke babak 16 besar.

Di babak tersebut, Milan yang waktu itu ditangani Massimiliano Allegri bertemu dengan Atletico Madrid. Milan menyerah dengan skor 5-1 di dua pertemuan. Mereka pun gugur. Sejak saat itu, Milan tak lagi mampu bersaing untuk merebutkan zona Liga Champions di klasemen Serie A, sampai sekarang.

Masalah yang kemudian menghadang Milan adalah soal finansial. Namun pada tahun 2017 kemarin, tifosi Milan mendapat angin segar dengan kehadiran investor baru dari Tiongkok.  Yonghong Li menjadi pemimpin untuk menebus Milan dari tangan Silvio Berlusconi yang sudah menguasai Milan selama 30 tahun.

Kebangkitan Milan

Kemudian pada bursa transfer musim panas lalu, klub bermarkas di San Siro tersebut melakukan revolusi skuat. Total ada 11 pemain baru yang didatangkan dari jendela transfer musim panas. Pemain dengan nama besar seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Ricardo Rodriguez, gabung dengan pasukan 'Iblis' dari kota Milan tersebut.

Namun demikian, langkah Milan tidak serta merta mulus. Mereka terbilang gagal membuat gebrakan di Serie A di awal-awal musim ini. Buktinya, sampai saat ini, Milan belum mampu bersaing di garis empat besar di klasemen Serie A. Puncaknya kegagalan revolusi Milan ini berujung pada pemecatan Vincenzo Montella.

Petinggi klub kemudian menunjuk Gennaro Gattuso sebagai kepala pelatih tim utama. Sebagai mantan pemain dan saksi sejarah Milan, Gattuso diharapkan akan memulihkan mental  Milan.

Pelatih 40 tahun tersebut mengawali langkahnya bersama tim utama menghadapi Benevento. Bukan awal yang bagus, karena saat itu Milan ditahan imbang oleh klub promosi tersebut.

Gattuso sempat diragukan karena mengalami kekalahan secara beruntun ketika menghadapi Hellas Verona dan Atalanta. Namun setelah itu, mulai akhir bulan Desember 2017, Milan tak pernah mengalami kekalahan.

Laju Milan di Tahun 2018

Pada tahun 2018, Milan mengawali pertandingan di Serie A menghadapi Crotone. Milan sukses memetik kemenangan 1-0 dalam laga tersebut. Kemudian di dua laga selanjutnya, menghadapi Cagliari dan Lazio, Milan menang secara beruntun dengan skor 2-1.

Sempat mendapat hasil imbang saat bertemu dengan Udinese. Tapi kemudian saat bertemu dengan SPAL dan Sampdoria, pasukan Gattuso kembali meraih kemenangan secara beruntun.

Dengan demikian, sepanjang tahun 2018 ini, Milan tercatat menorehkan lima kali kemenangan dan satu kali hasil imbang.

Berkat kemenangan ini, posisi Milan di klasemen memang tidak berubah signifikan. Memasuki pekan ke-25, Milan berada di peringkat tujuh dengan mengumpulkan 41 poin, berjarak delapan poin dari Lazio yang menduduki peringkat empat--zona terakhir untuk bermain di Liga Champions musim depan.

Peran Gattuso Membangkitkan Milan

Kesuksesan Milan ini tak lepas dari peran tangan dingin Gattuso. Berbeda dengan Montella, sejauh ini Gattuso selalu menggunakan formasi 4-3-3 kecuali saat menghadapi Benevento yang merupakan laga debutnya. Sementara itu, Montella ketika masih di Milan sering melakukan eksperimen mulai dari menggunakan skema 3-5-2, 3-4-2-1, dan 3-4-3.

Sebagai mantan pemain Milan yang pernah meraih 10 gelar, Gattuso mungkin memang memiliki DNA yang lebih kental daripada Montella untuk merawat Milan-- agar tetap menjadi klub yang menakutkan di dunia.

Melihat performa Milan akhir-akhir ini, wajar jika Gattuso patut mendapat pujian.

"Sejak Gattuso datang, kami sudah banyak berubah," puji Bonucci pada Gattuso.

"Sebuah tim sudah terbentuk, kami dalam bentuk yang lebih baik dan semua berkat dirinya. Kami membuat lompatan besar dan kami harus terus seperti ini."

"Gattuso memberikan kami sebuah mentalitas, rasa memiliki, dan juga kebugaran, pada dasarnya semua yang tidak kami miliki sebelumnya. Kami bukan sebuah tim sebelum dia datang, kami juga tidak bugar. Kami kini menjadi sebuah unit."

Benar kata Bonucci. Jika Milan mampu mempertahankan performa seperti sekarang, maka Milan pun sangat berpeluang kembali bermain di Liga Champions setelah empat tahun absen.

Musim ini masih cukup panjang. Selain itu, klub tujuh kali juara Liga Champions tersebut juga bisa mendapatkan tiket ke Liga Champions jika mampu menjuarai Liga Europa musim ini.

 

.