Nurul Arifin Ingin Ubah Sejarah Pemimpin di Bandung

©

Transbogor.co - Calon Wali Kota Bandung nomor urut 1 Nurul Arifin mengawali hari pertama kampanyenya mengunjungi ibu-ibu PKK di RW 04 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo. Di depan ibu-ibu, Nurul menyampaikan program-programnya yang akan lebih banyak berpihak pada kaum perempuan.

Nurul mengatakan dia ingin mengubah sejarah kepemimpinan di Kota Bandung. Di mana Kota Bandung selama ini belum pernah dipimpin oleh seorang perempuan. 

"Sesungguhnya cara berpikir perempuan memang tidak bisa diwakili. Yang original itu memang diwakilkan perempuan. Saat ini, saatnya kita, Bandung membuat sejarah menjadikan seorang perempuan menjadi wali kotanya," kata Nurul.

Ia menuturkan keberpihakan kepada perempuan merupakan hal yang mutlak. Hal ini menunjukkan emansipasi yang mana perempuan juga memiliki kekuatan dan kualitas yang bagus. Dia mengatakan, banyak perempuan yang disebutnya menunjukkan kualitasnya dalam memimpin baik skala nasional maupun dunia internasional.

Menurutnya, suara perempuan tidak bisa dikesampingkan. Ini terbukti dengan ibu-ibu yang semangat dalam kegiatan kampanye untuk menyampaikan aspirasi kepada dirinya yang ingin direalisasikan jika nantinya memimpin Bandung. "Ini satu apresiasi kegairahan dari ibu-ibu yang ingin mencoba berkontribusi dan memberikan suara pada perempuan saya kira jangan dihalang-halangi. Biarkan ini alamiah. Saya berharap ibu-ibu bisa bersama-sama dengan saya membangun dan menjadikan sejarah Kota Bandung dengan memiliki perempuan jadi pemimpinnya," tuturnya.

Salah satu aspirasi yang didapatnya dalam kegiatan kampanye hari ini yakni bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Ibu-ibu menginginkan agar ada penambahan bantuan yang diberikan. "Nilainya kecil, sama semua digeneralisir. Tapi ternyata peruntukannya kan ada yang lebih banyak anaknya. Jadi tidak merata. Hitungan ke depan lebih baik hitungan itu per anak," ujarnya.

Cawalkot yang mengusung taglineBandung Harmonis ini menyebutkan aspirasi tersebut sangat bagus diperjuangkan nantinya. Sebab, pemberian gizi yang bagus bagi anak menjadi tabungan untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas ke depannya. Sebelum menyerap aspirasi dari ibu-bu PKK, Nurul juga menyempatkan mengikuti senam pagi. Ia juga menyapa warga sekitar dan berfoto bersama. (rpb)

 

 

 

 

 

.