Ini Kata Pemilik Tanah di R3 yang Belum Dilunasi Pemkot Bogor

©

Transbogor.co - Pemilik lahan yang menutup Jalan Regional Ring road (R3) Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor kahirnya angkat bicara.

Pemilik lahan, Salim Abdullah menjelaskan, sudah sejak tahun 2014 keluarganya sabar menunggu ganti rugi ataupun ruislah (tukar guling tanah) yang dijanjikan oleh Pemkot Bogor terkait lahan miliknya yang dipakai untuk membuat jalan R3.

Pria yang akrab disapa haji Aab itu menjelaskan bahwa sudah pernah ada pertemuan, namun tidak membuahkan hasil serta kejelasan dari Pemerintah Kota Bogor.

"Karena merasa dikecewakan akhirnya malam itu juga kita juga kita menutup kebetulan itu hari valentine jadi kita juga memberikan kasih sayang kepada pemda untuk mengingatkan agar lebih terbuka terhadap birokrasi yang ada," katanya saat ditemui di bengkel kawasan Tajur.

Ia pun mengatakan bahwa sebelum menutup jalan tersebut pihaknya sudah memberikan peringatan dengan memasang baliho.

Namun tetap saja Pemkot Bogor tidak menggubris peringatan tersebut yang membuat secara berat hati pemilik lahan menutup jalan R3.


"Kita beri pengumuman berupa baliho peringatan tapi tetap tidak ditindak lanjuti terus yang datang hanya camat dan lurah hanya gitu aja minta agar baliho dicabut, itu kan posisinya ada di tanah kami dan kami juga punya hak," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pernah bersurat namun lagi-lagi tidak digubris.

"Kita sudah memberikan surat teguran kepada wali kota kemudian ditembusakan kepada Muspida yang pertama kami ingin kejelasan langkah kongkrit tentang hak kami satu diantaranya adalah 3×24 jam harus diselesaikan," ujarnya.

Ia pun berharap agar ada kejelasan dan langkah konkrit dari pemkot Bogor terkait ganti rugi lahan yang digunaka  untum R3. (trb)

.