Jokowi Minta KRB Ditata Seperti Kebun Raya Singapur

©

Transbogor.co - Pada 18 Mei 2017, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau dikenal dengan Kebun Raya Bogor (KRB) telah genap menginjak usia 2 abad. Untuk merayakan 200 tahun berdirinya pusat penelitian dan konservasi tumbuhan terbesar di Indonesia itu, maka dibangunlah Prasasti 2 Abad Kebun Raya Bogor yang diresmikan langsung oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Minggu (11/3/2018), 

Presiden RI Joko Widodo seolah mengajak mengingat kembali peran Kebun Raya Bogor sebagai benteng terakhir penyelamatan flora di negeri ini. Di hadapan sejumlah pejabat LIPI, Jokowi pun membubuhkan tanda tangannya di atas Prasasti 2 Abad Kebun Raya Bogor. 

Tanda tangan Presiden Jokowi ini dinilai penting dan akan menjadi bagian sejarah perjalanan Kebun Raya Bogor yang dibangun pada tahun 1817. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, Jokowi menyampaikan beberapa catatan penting yang harus dibenahi. 

Salah satu yang diminta oleh orang nomor satu di negeri ini adalah penataan kembali landscape Kebun Raya Bogor. Advertisment Jokowi menyarankan, agar Kebun Raya Bogor memiliki tempat-tempat tematik, seperti adanya area khusus untuk selfie pengunjung dan lokasi kekinian yang instagramable. 

"Untuk penataan ini, kita diminta untuk benchmarking (perbandingan) ke Singapore Botanic Gardens," kata Bambang, Minggu.

Bambang menambahkan, Jokowi juga meminta bangunan-bangunan di lokasi wisata itu agar dibuat lebih futuristik. Harapannya, agar pengunjung yang datang lebih meningkat.

"Tadi Presiden manggil Pak Teten (Kepala Staf Kepresidenan) supaya ngomong ke Menteri Keuangan untuk mengalokasikan anggaran lebih," ucapnya. 

Ke depan, lanjut dia, Kebun Raya Bogor akan menambah beberapa fasilitas konservasi tumbuhan, seperti pembibitan dan rumah kaca modern. 

"Intinya Pak Presiden ingin seperti garden park di Singapura. Bagaimana nantinya masyarakat bisa belajar konservasi tumbuhan sambil berwisata sekaligus mendatangkan provit (keuntungan)," tutup dia. (kps)

.