15 Ribu Lebih Rumah di Bogor Belum Kena Listrik

©

Transbogor.co - Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim pencapaian pemasangan listrik hampir memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2013-2018. Namun, sebanyak 15.600 unit rumah di Kabupaten Bogor belum terjangkau aliran listrik.

Pemerintah daerah setempat mengalokasi anggaran sebanyak Rp7,4 miliar untuk memenuhi target tersebut tahun ini. Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Asep Sulaeman mengakui dana tersebut belum cukup.

"Anggaran kita terbatas. Tapi, target lima tahunan kita yakni 98 persen sudah tercapai. Kita akan selesaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran," kata Asep.

Anggaran tahun ini menurutnya akan difokuskan untuk 12 kecamatan.

Asep mengakui anggaran tersebut hanya mampu mengurangi sebanyak 4.353 rumah yang belum teraliri listrik. Kecamatan yang belum teraliri listrik menurutnya terdapat di Kecamatan Tanjungsari, Jonggol, Sukamakmur, Sukajaya, Ciawi, Caringin, Cijeruk, Leuwisadeng, Parungpanjang, Jasinga, Nanggung dan Gunungsindur.

Namun, Asep mengakui pemerintah daerahnya tidak bisa memastikan rumah yang telah terpasang bisa tetap teraliri listrik. Ia beralasan, pemerintah hanya memfasilitasi pemasangan jaringan listrik di rumah yang belum terpasang sebelumnya. Pembayaran listrik seterusnya tetap ditanggung penghuni rumah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bogor selama ini tidak menganggap kawasan yang belum terjangkau jaringan listrik sebagai kawasan terisolasi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Deni Ardiana mengaku hanya mempertimbangkannya dari aspek aksesibilitas jalan.

Sebelumnya, Deni menyebutkan Kabupaten Bogor memiliki 39 kampung yang terisolasi pada 2016. Pemerintah daerahnya hanya mampu mengurangi 15 kampung terisolasi pada 2017 dan menargetkan penanganan sisanya tahun ini. 

"Karena kalau tidak dibatasi (indikatornya), akan makin banyak (kampung terisolasi). Kemampuan keuangan kita terbatas," kata Deni.

Namun, Deni mengakui ketiadaan akses jalan bisa menghambat penduduk kampung tersebut menjangkau jaringan listrik, pendidikan hingga kesehatan. Beberapa kecamatan yang memiliki kampung terisolasi antara lain Desa Sukaraksa, Banyuresmi dan Banyuasih di Kecamatan Cigudeg hingga Desa Sukaresmi dan Sukamulya Kecamatan Sukamakmur. (pr)

.