RT dan RW di Kota Bogor Bakal Punya BPJS Ketenagakerjaan

©

Transbogor.co - Pejabat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh pemerintah Kota Bogor secara bertahap.

Pendaftaran itu dimulai sejak awal januari 2018 lalu dengan jumlah total peserta sebanyak 4515 orang dari seluruh wilayah di Kota Bogor.

"RT dan RW itu kan ujung tombak pemerintahan, jadi kita daftarkan juga ke BPJS Ketensgakerjaan," ujar Ade Sarip Hidayat, Sekretaris Daerah Kota Bogor.

Ade mengatakan biaya operasional RT dan RW akan dinaikan nominalnya, tapi digunakan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

"Kan RT RW kita berikan biaya operasional perbulan, bisa dinaikan itu nilainya tapi sebagian untuk kepentingan BPJS," ungkap Ade.

Dari penjelasannya, biaya operasional yang diterima RT dan RW di Kota Bogor berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulannya.

"Dari jumlah segitu yang diterima, nanti bayar BPJS Ketenagakerjaannya sekitar Rp 16.500 setiap bulan," kata Ade.

Selain dua perangkat pemerintahan itu, Ade menyatakan akan mendorong semua ketua dewan masjid untuk mendaftarkan para pengurus masjid (marbot) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita sudah ngomong dengan ketua dewan masjid, setiap marbot nanti ke depannya akan didaftarkan juga," ujar Ade.

"Mereka kan orang-orang hebat yang bekerja untuk kepentingan publik, kenapa enggak mendapatkan hak seperti itu juga," tambahnya. (trb)

.