Nantinya Becak di Bogor Hanya Beroperasi di Perumahan

©

 


Transbogor.co - Alat transportasi tidak dalam trayek seperti becak nantinya hanya akan dibolehkan beroperasi di sekitar kawasan perumahan saja.
Kasie Angkutan Tidak dalam Trayek Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, R.A. Mulyadi mengatakan hal tersebut belum lama ini.

"Tahun depan tidak boleh ada lagi becak di tengah kota untuk menambah kelancaran lalu lintas, selama ini kan becak di pasar nanti ke depannya kita ubah untuk beroperasi di perumahan-perumahan," ujar Mulyadi.


Seperti yang dilansir di tribunnews, Mulyadi mengatakan Dishub Kota Bogor telah bekerja sama dengan sejumlah pengembang dari perumahan yang ada di wilayah Kota Bogor.

"Kita mengusulkan agar becak dapat dikelola oleh pengembang perumahan untuk sarana transportasi di dalam lingkungan mereka," pungkasnya.
Pemerintah Kota Bogor menargetkan sebanyak 250 unit becak akan terdaftar dan beroperasi sebagai becak perumahan.

"Kurang lebih sekitar 250 unit becak akan didistribusikan ke perumahan, terserah siapa saja boleh daftar, tapi nanti harus tersebar tidak di satu titik saja," ucapnya.

Dari penuturan Mulyadi, Dishub Kota Bogor telah melakukan sosialisasi kepada para pemilik becak di wilayah kota.

"Hasil sosialisasinya mereka akan jual semua becak yang mereka punya ke Dishub, kalau jika tidak ya kita sendiri yang akan jemput bola, nanti dibawa sendiri pakai truk itu becaknya," ujar Mulyadi.


Akan tetapi, tidak semua becak diterima dan diberikan kompensasi atau didistribusikan ke perumahan

"Mereka itu harus pemilik asli yang memiliki Surat Tanda Kepemilikan Becak (STKB) dari Dishub Kota Bogor," kata Mulyadi.

Setelah terdaftar menjadi becak perumahan, Mulyadi menyatakan pemilik becak diwajibkan untuk melakukan daftar ulang di tiap tahunnya.

"Kalau enggak kita yang jemput bola, karena kebanyakan pengusaha atau pemilik itu kalau sudah enggak punya uang, becaknya dijual ke besi tua, nah kalau sudah begitu STKB nya ditarik dan dihapus," ungkap Mulyadi.


Selain dialihkan menjadi sarana transportasi perumahan, Mulyadi menyatakan becak-becak yang telah terdaftar dan terkompensasi direncanakan pula menjadi becak wisata.

"Ya mungkin nanti lain lagi ceritanya, kalau sekarang masih untuk komersialnya dulu, dan untuk becak wisata aturannya sudah ada kok," tutur Mulyadi.

.