Minim Informasi, Pelayanan Disdukcapil Membingungkan

©

Transbogor.co - Kantor Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor sepertinya masih minim informasi yang dibutuhkan oleh warga terkait Kartu identitas Anak (KIA).

Seperti diketahu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA), seluruh anak di Indonesia wajib memiliki kartu tersebut.

Kota Bogor sempat tidak dimasukkan dalam daftar wilayah yang wajib melakukan perekaman KIA.

Namun pada Januari 2018, pemerintah pusat mengikutsertakan Kota Bogor sebagai wilayah dengan KIA.

Meski demikian, nampaknya pemerintah Kota Bogor belum melakukan sosialisasi secara merata sehingga belum diketahui seluruh lapisan masyarakat.

Seperti salah seorang warga kelurahan Kebon Kelapa, Dwiyani (30) yang tidak mengetahui informasi mengenai KIA tersebut.

"Belum tahu sama sekali tuh tentang itu, padahal saya lagi bikin akta kelahiran disini tapi enggak diinfokan apa-apa tuh, ini baru denger saya," ujar Dwiyani, Senin (2/4/2018).

Dwiyani mengatakan apabila KIA menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua warga negara Indonesia, maka dia pun akan melaksanakannya.

"Kalo memang diwajibkan buat semuanya ya saya ikut bikin, tapi harus tau dulu dong kegunaan dan fungsinya untuk apa," ungkap Dwiyani.

Dari pengamatan TribunnesBogor.com, pada loket nomor 4 di kantor Disdukcapik Kota Bogor banyak dipenuhi oleh warga.

Loket tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang akan membuat akta kelahiran untuk buah hati mereka.

Akan tetapi, memang belum ada poster, spanduk, leaflet, atau media informasi lainnya terkait KIA di area loket 4 dan kantor Disdukcapil Kota Bogor. (trb)

.