Lontarkan Kata Kasar, Anggota DPR RI Dituntut Guru Madrasah

©

Transbogor.co - Aksi anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan memaki Kementrian Agama (Kemenag) dengan kata "bangsat” dalam Rapat Komisi III DPR RI bersama Jaksa Agung pada Rabu (28/3) lalu, membuat DPD Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Bogor bereaksi keras.

Seperti diketahui Arteria mengatakan, "Yang dicari jangan kayak tadi bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak. Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak!" tuding Arteria ketika itu.

Ketua DPD PGM Indonesia Kota Bogor, Hasbulloh menyatakan, keberatan dan tersinggung atas ucapan politisi asal Dapil enam Jawa Timur itu. Sebagai salah satu lembaga binaan Kemenag yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, PGM Indonesia menyesalkan umpatan Arteria yang berlebihan itu.

"Saya menilai ungkapan Arteria Dahlan tidak mencerminkan sikap, perilaku dan tutur kata yang mulia sebagai seorang anggota DPR RI yang terhormat. Karena seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat," ungkapnya.

Hasbullah melanjutkan, DPD PGM Indonesia Kota Bogor menuntut Arteria Dahlan untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi dan terbuka di hadapan publik, kepada seluruh jajaran Kemenag serta semua lembaga binaan Kemenag di seluruh tanah air juga berjanji tidak mengulang kejadian yang sama.

"Kami mewadahi guru madrasah SeKota Bogor yang mendampingi penyelenggaraan Kemenag untuk melahirkan anak-anak bangsa yang memiliki akhlakul karimah, berkarakter baik dalam sikap, perilaku maupun tutur kata melalui pendidikan madrasah dan keagamaan Islam. Saya nyatakan keberatan dan tersinggung atas ucapan Arteria Dahlan," tambahnya.

Ia menegaskan, PGM Indonesia Kota Bogor juga meminta agar Badan Kehormatan DPR RI mengambil tindakan nyata dengan memberikan teguran keras, sekaligus menonaktifkan Arteria Dahlan dari keanggotaan DPR RI.

.