Tekan Kemacetan, PKL Dewi Sartika Akan Direlokasi

©

 

Transbogor.co - Diberlakukannya Sistem Satu Arah (SSA) di Kota Bogor mengakibatkan sejumlah jalur yang menjadi jalan alternatif mengalami penumpukan jumlah kendaraan.


Terlebih lagi adanya pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir di bahu jalan menambah kemacetan pada jalan alternatif tersebut, salah satunya adalah Jalan Dewi Sartika.

"Nah makanya mau tidak mau parkiran dan PKL di situ harus ditertibkan," ujar Annas Rasmana, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Selasa (10/4/2018).

Saat ditemui di kantornya, Annas mengatakan dirinya diberikan mandat oleh Wali Kota Bogor untuk membuat perencanaan pemindahan PKL di Jalan Dewi Sartika.

"Saya diperintahkan untuk menyusun konsep relokasi, konsep relokasinya dipindahkan ke Blok A dan Blok B gedung pasar Anyar," pungkasnya.
Jumlah keseluruhan PKL yang akan dipindahkan menurut Annas sebanding dengan persediaan lapak kosong di dalam gedung Pasar Anyar.

"Jumlahnya hampir sama yakni PKL yang ditertibkan hampir 400 pedagang dan ketersediaannya di pasar sekitar 413 unit," tutur Annas.

Dikatakan oleh Annas, penertiban PKL di Jalan Dewi Sartika menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu tupoksi yang ingin dicapai olehnya.

"Kalau mereka ditertibkan pembeli tidak beli di jalan kan belinya ke pasar nah itu berubah dia dari PKL jadi UKM, itu lah keberhasilan tupoksi kami," ujarnya.

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan hal serupa beberapa waktu silam kepada PKL di Jalan Bina Marga Kota Bogor.
"Contoh yang kami lakukan di Bina Marga, dari 23 PKL menjadi UKM sekarang berjualan di dalam gedung," ungkapnya.
Annas menyatakan pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada sejumlah perwakilan PKL di Jalan Dewi Sartika.


"Sosialiasasi ke koordinator PKL sudah karena enggak mungkin dikumpulkan semuanya, nanti dia yang sampaikan ke pedagang dan kita pun akan menyebarkan surat edarannya," ucap Annas.

Plt. Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, mewacanakan penertiban PKL di Jalan Dewi Sartika secara bertahap menjelang Ramadhan.

Akan tetapi ketika ditanya terkait hal tersebut, Annas mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan waktu pasti penertiban tersebut.

"Justru saya bertanya kepada pak Usmar, kapan ini, kan harus orang pemkot yang memimpin penertiban PKLnya," kata Annas. (trb)

.