Hujan Guyur Bogor, Banjir dan Longsor Merebak

©

Transbogor.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sekitar 8 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor mengalami bencana banjir dan longsor dalam dua hari terakhir.

Sekertaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan bencana banjir dan tanah longsor tersebut diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi melanda Bogor sejak Jumat 13 April 2018 lalu.

"Data sementara, yang paling terdampak bencana ada di tiga desa di Kecamatan Jasinga yaitu Desa Curug, Lugalajaya, dan Pamegarsari. Akses jalan juga ada yang sempat putus," kata Budi, Minggu (15/4/2018).

Budi menjelaskan, bencana awal yaitu banjir yang merendam 9 rumah Desa Pamagarsari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Jumat 13 April 2018. Banjir tersebut akibat luapan dari sungai Cikeam.

"Tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga terdiri dari 41 jiwa terendam air sekitar 30 sentimeter. Ada juga jembatan yang jadi penghubung dua kampung di lokasi terendam air dan rawan ambruk," jelas Budi.

Bencana kedua yaitu banjir merendam 3 rumah di Desa Lugalajaya, Jasinga, Kabupaten Bogor. Selain merendam rumah, banjir juga menghanyutkan sebuah jembatan semi permanen di kampung tersebut.

"Di lokasi ini juga tidak ada korban jiwa hanya rumah warga terdiri dari 11 jiwa terendam dan memutus jembatan semi permanen karena terbawa hanyut sungai Cilingcir yang meluap karena banjir," jelasnya.

Bencana yang ketiga yaitu banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Bencana merendam 2 rumah warga dan akses jalan penghubung dua kampung terkikis longsor.

"Tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga dan akses jalan desa penghubung Kampung Baru dan Kampung Liud Bojong Soang sebagian terkikis kali Cibereum sepanjang 20 meter," tambahnya.

Kemudian, bencana keempat yaitu longsor di Desa Purwabakti, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Longsor setinggi 15 meter mengancam 3 rumah di bawahnya dan menutup akses jalan warga sekitar.

"Rumah warga yang terancam longsor butuh penanganan lebih lanjut karena dikhawatirkan terjadi longsoran yang lebih besar. Untuk akses jalan warga sedang dilakukan penanganan lanjutan," ujar Budi.

Bencana kelima yaitu longsor setinggi 5 meter yang terjadi di Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Longsoran tersebut menimpa halaman rumah warga dan ruang kelas MI Mujahidin.

"Tidak ada korban jiwa atau luka, tetapi dikhawatirkan terjadi bencana longsor susulan kalau hujan deras dan membutuhkan penanganan lanjutan," kata Budi.

Bencana keenam yaitu angin kencang di Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Hujan dengan angin kencang itu membuat pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga.

"Pohon kelapa itu menimpa satu rumah warga di bagian dapur dan kamar yang teridiri dari 1 kepala keluarga 4 jiwa. Tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Lalu, ketujuh bencana longsor yang terjadi di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Longsor tebingan setinggi 5 meter merusak dinding rumah warga dan mengancam rumah lainnya.

"Yang terkena longsor satu rumah warga atas nama Amri dindingnya jebol. Kalau satu rumah lagi hanya terancam longsor dan mereka sudah mengungsi ke rumah saudanya. Tidak ada korban," ungkapnya.

Terakhir, hujan deras mengakibatkan tebingan setinggi 15 meter longsor dan menutup Jalan Raya Jasinga-Banten, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Sabtu 14 April 2018 kemarin.

"Tidak ada korban, hanya saja akses jalannya sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi dengan alat berat tetapi sekarang sudah bisa dilintasi kembali kendaraan dari dua arah," papar Budi.

Dengan demikian, Budi menghimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor untuk selalu waspada terlebih saat hujan deras mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya.

"Kami imbau masyarakat untuk wasapada apalagi sedang hujan deras. Lebih baik mengungsi ke tempat yang lebih aman agar tidak ada korban," tandasnya. (okz)

.