Beda Sekolah Adu Nyali, Pelajar Bunuh Pelajar

©

Transbogor.co - Dunia pendidikan berduka. Satu lagi nyawa seorang pelajar direnggut paksa sesama pelajar lainnya. Pangkal musababnya hanya soal sepele, mereka berbeda sekolah, lalu tawuran untuk jadi jago.

Menurut Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 18 April lalu di Desa Pondok Udik, Kemang, Bogor. Siang itu, korban bernama M Ridwan Ogi (17), bersama rekannya Fikri Fahrian (17), dan Bastian (17), baru saja pulang sekolah.

Mereka bertiga berboncengan motor dan melaju di kawasan Kemang. Tapi di tengah jalan, berpapasan dengan para pelaku ST (17), dan rekannya yang lain WL, WD, Q, dan RF. Singkat cerita, setelah motor korban berpapasan dengan para pelaku, kemudian para pelaku berputar arah dan mengikuti sepeda motor korban. 

"Pada saat berada di jalan Kp. Hambulu tepatnya di depan Perumahan Bogor Kemang Residence, para pelaku menghadang korban dan menanyakan sekolah di mana. Setelah dijawab oleh korban kemudian tiga orang pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengeroyok Muhamad Ridwan Ogi Alamsyah dan Fikri Fahrian Nasib, sedangkan saksi Bastian Sugiarto berada di atas sepeda motor," beber AKBP Dicky.

Akibat pengeroyokan itu, Ogi mengalami luka tusuk di bagian dada, sedang Fikri mengalami luka bacok di kepala dan di punggung. Para pelaku, ST dan kawan-kawannya kemudian kabur. Saksi Bastian yang melihat peristiwa itu lalu membawa korban ke rumah sakit.

"Sekitar jam 15.00 WIB, setelah mendapatkan perawatan di IGD R.S Duafa korban Muhamad Ridwan Ogi Alamsyah dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka tusukan senjata tajam pada bagian dada," ujar Dicky.


Nyawa Ogi tak tertolong, sedang Fikri mengalami luka dan mesti dirawat. Sementara itu, orangtua korban yang mendapat laporan lalu melapor ke polisi. Pihak kepolisian yang mendapat laporan lalu menggelar penyelidikan.

Ada laporan masuk ke penyidik, di sebuah klinik di daerah Cibeuteung Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, ada pelajar yang mendapat perawatan luka-luka. Pelacakan lalu dilakukan. Ternyata saat terjadi peristiwa pembunuhan itu, korban sempat melawan dan para pelaku mendapat luka.

"Di klinik tersebut didapat HP milik seroang saksi bernama Bimo sebagai jaminan. Pelaku memakai HP milik Bimo sebagai jaminan karena tidak punya uang. Dan anggota mencari saksi Bimo tersebut, kemudian saksi Bimo menyebut bahwa yang sedang berobat tersebut adalah pelaku yang bernama ST (17)," urai Dicky.

Penyidik lalu mengejar keberadaan ST, dan akhirnya ditangkap di Cibeuteung. Selanjutnya penyidik reserse Polres Bogor mengejar tersangka lainnya yang juga masih pelajar.

"Masih ada 4 orang pelaku yang masih DPO. Barang bukti yang diamankan yaitu 2 (dua) buau senjata tajam berupa celurit dan 2 (dua) buah setel seragam sekolah milik korban yang berlumuran darah. Modus Operandi diduga pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban dengan cara membacokkan ke korban dengan mengunakan senjata tajam berupa sebilah clurit," tutup Dicky.

Pelaku ST kini ditahan di Mapolres Bogor dan dijerat pidana pasal pembunuhan. (kumparan)

.