Ini Langkah yang Ditempuh Guna Cegah Serangan Siber Asian Games 2018

©

Transbogor.co - Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Tohir menyatakan pemerintah akan melibatkan banyak pihak termasuk Badan Siber Sandi Negara (BSSN) guna mengantisipasi serangan siber menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. 

Antisipasi ini berkaca dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, pada Februari lalu yang sempat mengalami serangan siber jelang waktu pelaksanaan.

"Di era seperti ini mau tidak mau kita harus antisipasi serangan siber. Kalau lihat apa yang terjadi di Olimpiade Musim Dingin Korea Selatan, sempat pembukaan delay satu jam karena ternyata ada cyber attack di penjualan tiket," ujar Erick usai rapat koordinasi di istana wakil presiden, Jakarta, Kamis (3/5). 


Menurut Erick, serangan siber akan terus meningkat seiring waktu pelaksanaan Asian Games 2018 yang tersisa 106 hari lagi. Kondisi ini, kata dia, tak berbeda jauh saat empat bulan jelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan.


"Jadi kita ini harus antisipasi. Jangan sampai saat pelaksaan ada kejadian sistemnya enggak jalan karena diretas. Atau mungkin ada yang mau menonton dari luar kota, tiketnya enggak jalan," katanya.


Pihaknya mengaku telah menjalin kerja sama dengan tim Automatic Fingerprint Identification atau INAFIS Bareskrim Polri, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, termasuk dengan BSSN untuk mengantisipasi serangan siber selama Asian Games 2018. 


"Alhamdulillah sekarang badan siber bisa dukung dan dari review sistem di Asian Games 2018 siap. Tentu bukan berarti kami jemawa, tapi (antisipasi ini) pelindung ganda karena peretas sekarang pintar-pintar," tuturnya.

Asian Games 2018 rencananya akan digelar di dua wilayah yakni Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Upacara pembukaan akan digelar di SUGBK, Senayan, Jakarta. (cnn)

.