Geber Udara Sehat, Pemerintah Imbau Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

©

Transbogor.co - Pemerintah mendorong kualitas udara yang sehat melalui jaminan ketersediaan BBM berkualitas.

Sebab, BBM berkualitas bisa mengurangi polusi udara, terutama jika disertai kualitas kendaraan laik jalan dan memiliki hasil uji emisi yang baik.

“Untuk itu kami mendukung BBM berkualitas,” kata kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nurali dalam keterangannya, Selasa (22/3/2018).

Penetapan BBM, diakui Imran, memang bukan tugas dan fungsi Kemenkes.

Meski demikian, Kemenkes berharap bahwa kebijakan Kementerian terkait, beriorientasi pada jenis BBM yang tidak berpotensi menghasilkan polutan yang melebihi Nilai Ambang Batas/NAB, yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.


Sesuai Permen LHK tersebut, imbuh Imran, parameter pencemar udara meliputi Sulfur dioksida (SO2), Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Oksidan (O3), Hidro karbon (HC), PM 10 , PM 2,5, TSP (debu), Pb (Timah Hitam), dan Dustfall (debu jatuh). 

Dalam konteks itu pula, Imran juga mengingatkan mengenai bahaya penggunaan BBM oktan rendah seperti Premium bagi kesehatan.

Di antaranya, dapat mengganggu saluran pernafasan, apalagi di jalanan yang padat kendaraan.

“Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru,” Imran menambahkan. (trb(

.