Efek Positif Kenaikan BBM

  foto:Dok Antara

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan,  kenaikan harga BBM yang semalam diumumkan oleh pemerintah diharapkan dapat mengurangi konsumsi minyak yang pada akhirnya dapat mengurangi impor di sektor energi yang selama ini cukup membebani neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia.

Meski demikian, lanjut dia, tajamnya penguatan dolar AS pada Senin malam dapat membebani kinerja rupiah. Dolar AS menguat menyusul kembali negatifnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Jepang periode kuartal III 2014.

"Namun, outlook mata uang rupiah masih cukup netral, diperkirakan akan diperdagangkan di kisaran Rp12.100-Rp12.170 pada Selasa ini," katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa meski kenaikan harga BBM bersubsidi di bawah harapan awal yang sebesar Rp3.000 per liter, namun diperkirakan tetap memberikan sinyal positif ke pasar keuangan domestik.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi itu dipastikan memberikan efek positif terhadap neraca fiskal dan neraca transaksi berjalan," katanya. (Antara)

.