Rupiah Tengah Menguat, Hari Ini Injak 13.955 Per Dollar AS

©

Transbogor.co - Nilai tukar rupiah dibuka pada posisi Rp13.955 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (31/5). Posisi ini menguat 28 poin atau 0,2 persen dari Rp13.993 per dolar AS, posisi rupiah pada penutupan kemarin, Rabu (30/5).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan rupiah kembali menguat karena masih ada sentimen positif yang berasal dari eksternal, yaitu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi politik di Italia. 

Hal ini membuat indeks euro Eropa melemah dari dolar AS. Namun, setelah itu, euro Eropa berhasil menguat karena potensi referendum dan koalisi partai untuk mengatasi kemelut politik di pemerintahan Italia. Walhasil, dolar AS kembali melemah dan berdampak pula ke rupiah. 


"Pergerakan dolar AS di pasar valuta asing global cenderung berbalik melemah setelah euro Eropa menguat," katanya. 

Selain itu, menurut dia, rupiah masih berpeluang menguat karena fluktuasinya sudah cenderung berkurang karena turut mendapat sentimen positif dari dalam negeri. Hal ini karena ada kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen. 

Dengan kenaikan suku bunga tersebut, bank sentral nasional sudah dua kali mengerek 7DRRR dalam sebulan ini. Sebelumnya, yakni pada 17 Mei 2018, saat BI masih dipimpin oleh Agus D.W Martowardojo. 

Penguatan rupiah ini sejalan dengan beberapa mata uang negara di kawasan Asia lainnya, seperti dolar Hong Kong 0,03 persen, peso Filipina 0,09 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, yen Jepang 0,25 persen, dan won Korea Selatan 0,31 persen. 

Sementara, dolar Singapura melemah 0,05 persen, baht Thailand minus 0,03 persen, dan renmimbi China minus 0,02 persen. 

Sedangkan mata uang negara maju bergerak variasi. Franc Swiss dan pound sterling Inggris menguat masing-masing 0,06 persen dan 0,09 persen. Namun, dolar Australia, dolar Kanada, euro Eropa, dan rubel Rusia justru melemah masing-masing 0,14 persen, 0,12 persen, 0,09 persen, dan 0,03 persen. (cnn)

.